Dalam tanggapan permintaan penjelasan perseroan kepada PT Bursa Efek Indonesia (BEI), perseroan akan menjual asetnya seperti tanah kosong dan ruko serta armada taksi dan bus perseroan.
"Realisasi dana yang didapat oleh perseroan dari penjualan armada tersebut sekitar Rp2,5 miliar dan sisanya sebesar Rp3,5 miliar akan direalisasikan di periode berikutnya," tutur Corporate Secretary TAXI Megawati Affan dalam laporannya di keterbukaan informasi BEI, Rabu 4 Oktober 2017.
Adapun progres penjualan dari masing-masing aset tersebut hingga saat ini yakni penjualan aset berupa tanah masih dalam proses penjualan. Perseroan pun telah menunjuk agen properti profesional untuk membantu penjualan tanah tersebut.
"Sebagian penjualan tanah ini akan terealisasi di periode berikutnya. Sementara penjualan armada taksi sebanyak 136 unit dan bus sebanyak satu unit," jelasnya.
Dia menambahkan, nantinya dana yang didapat dari hasil penjualan aset-aset tersebut sebagian besar akan digunakan untuk mengurangi kewajiban jangka panjang perseroan dan juga digunakan untuk menunjang kegiatan usaha dan operasional.
Per Desember 2016, total armada yang dimiliki perseroan sekira 9.700 unit (sesuai dengan laporan tahunan perseroan 2016) dan tingkat rata-rata utilitas 50-55 persen.
"Tingkat utilisasi ini diharapkan terus meningkat seiring dengan bertambah luasnya basis pelanggan yang dimiliki oleh perseroan," kata dia.
Dia mengatakan, jumlah armada yang dimiliki per Juni 2017 adalah sebesar kurang lebih 9.600 unit. Sementara tingkat utilisasi armada yang dimiliki perseroan sekira 45 persen. Adapun dampak kerja sama dengan Uber dan aplikasi MyTRIP yang diluncurkan perseroan diklaim telah memberikan kontribusi positif terhadap tingkat utilisasi armada.
"Tidak ada jangka waktu kontrak kerja sama dengan Uber karena kerja sama tersebut memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. Kontribusi atas aplikasi Uber sekitar lima persen dari total pendapatan taksi perseroan," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News