Ilustrasi. FOTO: Medcom.id/Angga Bratadharma
Ilustrasi. FOTO: Medcom.id/Angga Bratadharma

Indeks Acuan Saham Indonesia Diperkirakan Kembali Tertekan

Ekonomi ihsg
Angga Bratadharma • 03 Februari 2020 08:37
Jakarta: Wabah virus korona diprediksi memukul ekonomi Tiongkok. Dampak ekonomi ini masih belum dapat dihitung secara pasti. Namun berdasarkan berita CNN, satu paparan media Pemerintah Tiongkok dan beberapa ekonom menyebutkan tingkat pertumbuhan Tiongkok dapat turun dua poin di kuartal I-2020.
 
Kondisi itu karena wabah korona telah membuat sebagian aktivitas ekonomi Tiongkok terhenti. Penurunan dua poin mengartikan Tiongkok bakal kehilangan Produk Domestik Bruto (PDB) hingga USD62 miliar. Pada akhir pekan lalu, bursa AS di tutup melemah tajam. Indeks Dow Jones melemah 2,09 persen, S&P turun 1,77 persen, dan Nasdaq minus 1,59 persen.
 
IHSG pada perdagangan Jumat lalu ditutup melemah 1,94 persen ke level 5.940,04. Investor asing pada Jumat kemarin mencatatkan keseluruhan net sell sebesar Rp1,85 triliun. Pada pasar reguler, asing mencatatkan net sell sebesar Rp1,74 triliun, dan pada pasar negosiasi tercatat net sell Rp105,4 miliar.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami perkirakan IHSG akan kembali tertekan dengan melemahnya pasar regional dan global," sebut Samuel Research Team, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Senin, 3 Februari 2020.
 
Sementara itu, bursa Eropa mengalami pelemahan. Indeks FTSE dan Euro Stoxx masing-masing turun 1,30 persen dan 1,35 persen. Pagi hari ini bursa saham Asia di buka melemah. Nikkei turun sebesar 1,52 persen, Kospi minus 1,31 persen, dan ASX melemah 1,53 persen. Sedangkan hari ini akan ada rilis data ekonomi Tiongkok yaitu Caixin Manufacturing PMI untuk Januari.
 
Di sisi lain, korban tewas wabah virus korona tipe Novel Coronavirus (2019-nCoV) melonjak menjadi 360 orang per Senin, 3 Februari 2020. Angka ini melampaui kematian akibat penyakit Sindrom Pernapasan Akut Berat (SARS) di pulau utama Tiongkok pada periode 2002-2003.
 
Data terbaru disampaikan usai Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan kematian perdana virus korona di luar Tiongkok, yakni di Filipina. Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok mencatat ada 56 kematian baru di provinsi Hubei pada hari ini. Hubei merupakan provinsi tempat berdirinya Wuhan, kota pusat penyebaran virus korona nCoV.
 
Tiongkok telah menutup rapat Wuhan dan beberapa kota lainnya, termasuk yang terbaru Wenzhou pada Minggu kemarin. Seluruh akses jalan menuju Wenzhou ditutup rapat, dan warga setempat diminta tetap berada di rumah.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif