medcom.id, Jakarta: Pelaksanaan identitas tunggal investor (SID) bagi investor reksa dana masih memiliki masalah dalam penggunaannya. Banyak data investor yang belum diolah regulator dan hal ini menyulitkan pelacakan investor.
"Banyak data yang belum masuk seperti yang kami ajukan 100 dan yang sudah diproses hanya 10 untuk SID reksa dana," kata Kepala Pengembangan Bisnis di Panin Aset Management, Rudiyanto, saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (27/1/2016).
Hal ini menyulitkan asosiasi dalam melacak jumlah investor. Kondisi ini berbeda ketimbang dengan data SID investor saham yang memiliki basis data lebih kuat ketimbang dengan reksa dana saham.
"Karena saham kan masuk ke rekening tabungan investasi, ini berbeda dengan reksa dana yang tak memiliki rekening khusus," beber dia.
Oleh karena itu, dia mengatakan masih terlalu dini untuk mengukur jumlah investor reksa dana karena basis datanya yang kurang lengkap.
"Datanya masih belum pasti, ada yang bilang 500 ribu tadi jumlahnya enggak pasti," tutupnya.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan