Listing Perdana, Saham Perusahaan Plastik Melejit 69%. Foto: Medcom.id/Ilham Wibowo.
Listing Perdana, Saham Perusahaan Plastik Melejit 69%. Foto: Medcom.id/Ilham Wibowo.

Listing Perdana, Saham Perusahaan Plastik Melejit 69%

Ekonomi emiten bei ipo
Ilham wibowo • 14 November 2019 11:26
Jakarta: PT Sinergi Inti Plastindo Tbk resmi memulai transaksi perdana saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode ESIP. Pada awal perdagangan, harga saham emiten ini naik 69,33 persen ke level Rp276 dari harga perdana Rp163 per saham.
 
Jumlah saham yang diterbitkan dalam penawaran umum perdana atau Initial Public Offering (IPO) yakni sebanyak 190 juta lembar saham baru atau setara dengan 29,69 persen modal disetor dan ditempatkan perseroan. Saham perusahaan yang bergerak dalam bidang industri barang dari plastik untuk pengemasan, industri barang plastik lainnya di Jakarta ini dibuka dengan harga Rp163 per lembar saham.
 
Selain itu, perseroan juga menerbitkan sebanyak 152 juta waran seri I yang menyertai saham baru perseroan atau sebanyak 33,78 persen dari total modal ditempatkan dan disetor penuh. Waran seri I diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi para pemegang saham baru yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada Tanggal Penjatahan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Setiap pemegang lima saham baru, perseroan berhak memperoleh empat Waran Seri I. Setiap satu waran seri I memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu saham baru perseroan yang dikeluarkan dalam portepel. Waran seri I yang diterbitkan mempunyai jangka waktu pelaksanaan selama dua tahun dengan harga pelaksanaan Rp240 setiap lembar saham.
 
Adapun dari aksi korporasi ini, perseroan menerima dana sebesar Rp30,97 miliar, dengan dana yang diraih perseroan dari IPO ini setelah dikurangi biaya emisi, seluruhnya digunakan perseroan untuk pembelian tanah dan bangunan pabrik guna meningkatkan kapasitas produksi dan volume penjualan perseroan. Perseroan menunjuk PT UOB Kay Hian Sekuritas dan PT NongHyup Korindo Sekuritas Indonesia selaku joint lead underwritter.
 
Direktur Utama PT Sinergi Ini Plastindo Eric Budisetio Kurniawan menyatakan bahwa langkah untuk masuk BEI merupakan bagian strategis perseroan dalam meningkatkan kapasitas produksi dan tata kelola yang lebih baik. Perseroan telah mendapatkan izin efektif dari Otoritas Jasa Keuangan pada 6 November 2019.
 
"Selama masa penawaran umum 7-8 November 2019, saham ESIP mendapatkan minat positif dari para investor dan seluruh saham yang ditawarkan dapat diserap dengan baik dengan mencatatkan kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 360 kali dari jumlah saham yang ditawarkan untuk porsi pooling, jauh melebihi ekspektasi yang diharapkan oleh perseroan," ujar Eric di Main Hall BEI, Jakarta, Kamis, 14 November 2019.
 
Ia menyatakan bahwa industri plastik masih dapat bertumbuh dengan baik beberapa tahun ke depan. Perseroan juga akan menjaga performa keuangan agar kedepannya dapat membagi dividen kepada para pemegang saham.
 
"Potensi dan kebutuhan industri plastik di Indonesia pun dinilai masih sangat tinggi. Perseroan optimistis akan terus bertumbuh untuk memasok kebutuhan plastik pada pasar mikro dan menengah," tuturnya.
 
Adapun PT Sinergi Inti Plastindo Tbk berdiri pada 2001 dan bergerak dalam bidang industri plastik untuk kemasan, yang memiliki kegiatan usaha memproduksi dan mendistribusi plastik kemasan baik dalam negeri maupun export. Saat ini, Perseroan memproduksi produk barang jadi kantong plastik, kantong makanan, kantong sampah, kantong e-commerce,dan kemasan-kemasan lainnya berbasis HDPE dan LLDPE/LDPE.
 
Pada 2019, seiring dengan permintaan yang memuncak, perseroan merencanakan untuk menambah fasilitas pabrik baru di daerah Tangerang dari dana hasil IPO ini sehingga dapat meningkatkan kapasitas yang lebih besar untuk memenuhi kebutuhan pasar tradisional, pasar modern maupun hotel, restaurant dan cafe (horeca).
 
Saat ini pangsa pasar perseroan adalah sebesar 70 persen untuk wilayah Jawa dan sebesar 30 persen untuk wilayah lainnya. Perseroan mendistribusikan produk jadinya dengan beberapa jalur distribusi, yaitu melalui distributor agen, pedagang semi grosir, dan pedagang eceran.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif