Ilustrasi. FOTO: Medcom.id/Angga Bratadharma
Ilustrasi. FOTO: Medcom.id/Angga Bratadharma

IHSG Pagi Hanyut ke Zona Merah

Ekonomi ihsg
Angga Bratadharma • 16 Januari 2020 09:10
Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis pagi dibuka melemah sebanyak 7,41 poin atau setara 0,1 persen ke level 6.275 dibandingkan dengan penutupan perdagangan sore di hari sebelumnya di posisi 6.283. Indeks acuan saham Indonesia tumbang usai Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok menandatangani kesepakatan dagang fase satu.
 
Indeks acuan lainnya, Kamis, 16 Januari 2020, LQ45 terlihat tertekan sebanyak 1,87 poin atau setara 0,2 persen ke level 1.023 dan JII melemah sebanyak 0,10 poin atau setara 0,0 persen ke level 692. Pada perdagangan pagi ini, terpantau sejumlah sektor bergerak bervariasi dengan didominasi di zona merah.
 
Sektor keuangan terpantau minus 3,94 poin, sektor manufaktur melemah sebanyak 2,34 poin, dan sektor konsumer turun sebanyak 0,68 poin. Sedangkan sektor pertambangan menanjak sebanyak 6,34 poin, sektor infrastruktur melesat sebanyak 1,42 poin, dan sektor properti menanjak 0,04 poin.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Volume perdagangan pagi tercatat sebanyak 271 juta lembar saham senilai Rp228 miliar. Sebanyak 109 saham terlihat menguat, 115 saham melemah, 133 saham tidak berubah, dan 426 saham tidak mengalami perdagangan.
 
Sementara itu, Dow Jones berakhir di atas 29 ribu untuk pertama kalinya pada Rabu waktu setempat (Kamis WIB) dan S&P 500 juga ditutup pada rekor tertinggi. Hal itu setelah Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok menandatangani perjanjian perdagangan fase satu dan berjanji untuk menyelesaikan sengketa tarif yang telah mengguncang Wall Street lebih dari setahun.
 
Indeks Dow Jones Industrial Average meningkat 90,55 poin atau 0,31 persen menjadi 29.030,22. Indeks S&P 500 naik 6,14 poin atau 0,19 persen menjadi 3.289,29. Indeks Komposit Nasdaq bertambah 7,37 poin atau 0,08 persen menjadi 9.258,70.
 
Sebanyak delapan dari 11 sektor utama S&P 500 ditutup lebih tinggi, dengan sektor utilitas naik 1,41 persen, memimpin keuntungan. Sementara sektor energi turun 0,67 persen, merupakan sektor dengan kinerja terburuk.
 
Inti dari gencatan senjata perang perdagangan adalah janji oleh Tiongkok untuk membeli setidaknya USD200 miliar tambahan produk pertanian AS serta barang dan jasa lainnya selama dua tahun, lebih dari USD186 miliar dalam pembelian pada 2017.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif