Krakatau Steel akan bermitra dengan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) karya untuk melancarkan aksi akuisisi tersebut.
Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Salim mengatakan perseroan berencana mengakuisisi dua sampai tiga perusahaan untuk meningkatkan kapasitas produksi sampai dengan satu juta ton.
Sebelum melancarkan akuisisi ini, perusahaan akan fokus melakukan restrukturisasi keuangan. Akuisisi akan mulai dilakukan pada triwulan dua atau tiga 2019.
Baca: Krakatau Steel Berencana Akuisisi Pabrik Baja Swasta Lokal
"Masih on track tapi saya mesti mengedepankan restrukturisasi dulu. Restrukturisasi itu akan selesai di Januari. Target saya untuk akuisisi itu ketika triwulan kedua-triwulan ketiga 2019," kata Silmy di Gedung BEI, Jakarta, Jumat, 4 Januari 2018.
Silmy menjelaskan akuisisi ini sebagai upaya meningkatkan pertumbuhan kinerja perseroan. Akuisisi ini akan menggandeng BUMN karya, dengan catatan perseroan tetap menjadi mayoritas.
"Kemudian juga dengan BUMN karya, jadi rencananya akuisisinya juga dengan BUMN karya," ujar dia.
Pemerintah diketahui memiliki program untuk dapat memproduksi baja dengan volume 10 juta ton di kluster industri baja Cilegon.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News