Suasana RUPS Lippo CIkarang (FOTO: Medcom.id/Husen Miftahudin)
Suasana RUPS Lippo CIkarang (FOTO: Medcom.id/Husen Miftahudin)

Genjot Meikarta, Lippo Cikarang Berencana Right Issue

Ekonomi lippo cikarang meikarta
Husen Miftahudin • 18 April 2019 14:53
Jakarta: Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) menyetujui pelaksanaan right issue atau penawaran umum terbatas. Dalam RUPST tersebut, para pemegang saham yang mewakili 69,89 persen saham LPCK menyetujui penerbitan right issue sampai dengan senilai USD200 juta.
 
Direktur Lippo Cikarang Hong Kah Jin mengatakan pelaksanaan right issue untuk memperkuat neraca keuangan perusahaan lewat penerbitan saham baru. Seluruh dana hasil penerbitan right issue itu ditujukan untuk menggenjot pembangunan proyek Meikarta.
 
"Right issue USD200 juta ini untuk mendukung (pendanaan) proyek pengembangan Meikarta. Jadi dari situ kita mendapatkan dana segar dari berbagai sumber," ungkap Kah Jin, dalam konferensi pers hasil RUPST LPCK, Hotel Aryaduta, Tugu Tani, Jakarta Pusat, Kamis, 18 April 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Setelah mendapat persetujuan pemegang saham dalam RUPST, LPCK akan mengurus pendaftaran ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mendapatkan pernyataan efektif. Right issue ini diharapkan selesai pada kuartal III-2019.
 
"Kita rancang konkret right issue-nya di kuartal III-2019. Ada proses sesuai dengan aturan OJK," jelas Kah Jin.
 
Dengan mempertimbangkan rencana right issue dan keberlanjutan pembangunan proyek Meikarta, sambung dia, para pemegang saham juga menyetujui untuk tidak membagikan dividen dari laba bersih yang telah dikurangi pajak untuk tahun buku 2018.
 
"Hasil RUPST, perusahaan telah mendapat persetujuan untuk tidak membagi dividen. RUPST juga mendapatkan persetujuan untuk Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) untuk mendukung proyek Meikarta," urainya.
 
Sepanjang 2018, LPCK mencatat pendapatan operasional sebanyak Rp2,21 triliun, naik 47 persen dibandingkan dengan 2017. Sebagian besar peningkatan ini disebabkan oleh penjualan tanah komersial dan ruko yang melonjak drastis.
 
"Didukung oleh penjualan lahan dan ruko-ruko daripada bisnis commercial perusahaan, laba perusahaan di akhir 2018 meningkat ke Rp2,21 triliun dari Rp1,5 miliar di akhir 2017," pungkas Kah Jin.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif