Illustrasi. Dok : Medcom.id/Bqgus.
Illustrasi. Dok : Medcom.id/Bqgus.

Pendapatan Tunas Grup Naik 6% di Tengah Lesunya Industri Otomotif

Ekonomi pembiayaan otomotif
Nia Deviyana • 07 Mei 2019 20:16
Jakarta: PT Tunas Ridean Tbk (Tunas Grup) berhasil mempertahankan kinerja positif sepanjang kuartal pertama 2019 di tengah lesunya industri otomotif. Direktur Keuangan Tunas Grup Kent Teo memaparkan, pendapatan bersih kuartal I-2019 sebesar Rp3,567 miliar atau meningkat enam persen dari kuartal I-2018 sebesar Rp3,52 miliar.
 
"Laba Grup juga meningkat 14 persen pada kuartal I-2019 menjadi Rp160 miliar dari perolehan laba kuartal I-2018 yang sebesar Rp141 miliar," terang Kent dalam public expose Tunas Grup di Hotel Mandarin, Jakarta, Selasa, 7 Mei 2019.
 
Kent menjelaskan bisnis otomotif menyumbang 60 persen dari total laba kuartal I-2019, pembiayaan (MTF) menyumbang laba 31 persen, dan bisnis rental 9 persen.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Direktur Utama Tunas Grup Rico Setiawan menjelaskan untuk proyeksi penjualan dan laba sepanjang 2019 sangat tergantung pada situasi pasar. Dia bilang pasar mobil pada awal tahun agak tertekan.
 
"Memang jelang election (pemilu) penjualan mobil turun, tetapi jelang lebaran biasanya start growing. Kalau motor stabil karena di kuartal I-2019 kita masih growing," jelas Rico.
 
Mengutip Gaikindo, penjualan turun 13 persen di awal tahun. Namun, lanjutnya, Tunas Grup meyakini akan terjadi market recovery di semester kedua. "Hasilnya kami perkirakan sama seperti tahun lalu setelah proses recovery," jelas Rico, pada kesempatan yang sama.
 
Masih mengutip data Gaikindo, penjualan mobil baru secara nasional turun 13 persen pada kuartal I-2019 menjadi 254 ribu unit, menurun dari kuartal 1-2018 sebesar 294 ribu unit.
 
Sementara dari data Pemerintah dan AISI, penjualan motor baru nasional naik 15 persen pada kuartal I-2019 menjadi 1.681 ribu unit, dari 1.457 ribu unit di kuartal I-2018.
 
"Untuk Grup Tunas, penjualan mobil baru juga turun 7 persen pada kuartal I-2019 dikarenakan intensitas persaingan, dari 13.749 unit menjadi 12.844 unit," paparnya.
 
Penurunan penjualan dialami oleh Tunas Toyota sebanyak dua persen selama kuartal I-2019 dibandingkan dengan penurunan penjualan Toyota nasional, yakni dari 7.837 unit di periode yang sama 2018 menjadi 7.680 unit di kuartal 1-2019.
 
Penjualan Tunas Daihatsu juga turun 11 persen selama kuartal I-2019 karena tingkat persediaan yang lebih rendah, yakni dari 5.430 unit menjadi 4.821 unit. Penjualan Tunas BMW juga turun 38 persen selama kuartal I-2019, menjadi 206 unit dari 333 unit di awal 2018.
 
"Hal ini karena pangsa pasar yang terbatas dan harga yang kurang kompetitif dengan jenis yang lain," urainya.
 
Berbeda dengan penjualan mobil yang melemah, penjualan sepeda motor melalui Tunas Honda justru naik 10 persen selama kuartal I-2019 didukung peningkatan pasokan. "Yakni dari 51.732 ribu unit awal tahun lalu menjadi 56.846 ribu unit motor saat ini," ungkap Rico.
 
Selain itu, armada Tunas Rental ikut melemah sebagaimana penjualan mobil. Penurunan armada per Maret 2019 disebabkan berakhirnya kontrak jangka panjang dengan beberapa pelanggan korporasi dari 8.534 unit menjadi 8.224 unit atau turun sebanyak 5 persen.
 
Namun dari bisnis pembiayaan melalui MTF, pelepasan kredit baru terus meningkat menjadi Rp6,963 miliar selama kuartal I-2019. Naik sebanyak 6 persen meskipun pasar otomotif menurun.
 
"Komitmen Tunas Grup tetap berinvestasi demi menjaga pertumbuhan bisnis yang sehat. Capex 2019 kita anggarkan Rp 729 miliar dengan rincian Rp 489 miliar untuk rental, dan Rp 240 miliar untuk otomotif," tutup Rico.
 

(SAW)
MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif