"Ada empat proyek yang meningkatkan produksi batu bara di tahun ini," jelas Direktur Darma Henwa Agus Effendi dalam keterangan tertulisnya, Jumat 12 Mei 2017.
Agus Effendi menyebutkan, empat proyek yang sedang existing, terdiri dari proyek Bengalon di Kalimantan Timur (Kaltim) yang bekerja sama dengan PT Kaltim Prima Coal (anak usaha PT Bumi Resources Tbk). Proyek tersebut naik menjadi 12 juta ton di 2017, dari 2016 sebesar delapan juta ton.
Kemudian proyek Asam Asam di Kalsel dengan PT Arutmin Indonesia diharapkan naik menjadi tujuh juta ton tahun ini dari 2016 sebesar lima juta ton. Ada pula proyek Satui di Kalsel dengan PT Cakrawala Langit Sejahtera (CLS) ditargetkan naik menjadi empat juta ton di 2017 dari 2016 sebesar 1,5 juta ton.
"Selain itu, ada juga proyek dengan PT Asmin Koalindo Tuhup (AKT) diharapkan mulai beroperasi pada semester II-2017. Selama ini kerja sama dengan AKT sebagai advisor. Ke depan kita akan masuk ke operasional dari hulu sampai hilir," ungkap Agus.
Sampai saat ini, lanjut Agus, pasar batu bata Darma Henwa masih mayoritas ekspor. Pengirimannya ke India, Tiongkok, dan juga sebagian mengarah ke Jepang.
Presiden Direktur Darma Henwa Faisal Firdaus menambahkan, demi mematangkan target, perseroan menganggarkan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) di tahun ini sebesar USD72,1 juta atau mengalami pertumbuhan dari dana USD40,4 juta di 2016.
Dana capex akan dialokasikan untuk meningkatkan kapasitas produksi, seperti mengganti dan menambah alat kerja pada proyek yang dimiliki perseroan. Sumber capex dari kas internal maupun pinjaman perbankan.
Sepanjang 2016 lalu, perusahaan milik grup Bakrie ini meraup laba USD549,9 ribu, atau naik dari pencapaian sebesar USD465,8 ribu di 2015. Laba yang dialokasikan tidak untuk dianggarkan untuk dividen ke pemegang saham, tapi memperkuat modal kerja perseroan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News