Bakrie & Brothers -- FOTO: REUTERS/Dadang Tri
Bakrie & Brothers -- FOTO: REUTERS/Dadang Tri

Bakrie & Brothers Estimasi 4 Proyek Rp39,02 Triliun

Ekonomi bakrie & brothers
Ade Hapsari Lestarini • 14 Januari 2015 12:05
medcom.id, Jakarta: PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) menjelaskan empat proyek infrastruktur dan manufaktur yang dimiliki perseroan. Adapun empat proyek yang sedang digarap perseroan senilai total Rp39,02 triliun.
 
Demikian disampaikan Direktur & Corporate Secretary BNBR, R.A. Sri Dharmayanti, menjawab laporannya di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (14/1/2015).
 
Proyek pertama, PLTU Tanjung Jati A dengan estimasi nilai proyek sebesar Rp29 triliun dengan target penyelesian pada 2019 untuk Unit 1 dan pada 2020 untuk Unit 2. Hambatan yang dihadapi perseroan dalam proyek ini yakni relokasi proyek dan peraturan harga jual listrik.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Namun, perseroan telah berhasil menemukan lokasi baru untuk proyek tersebut di daerah Cirebon dan adanya perubahan peraturan harga jual listrik di 2009," ujar Sri Dharmayanti.
 
Proyek kedua, jalan tol Cimanggis-Cibitung dengan estimasi nilai proyek sebesar Rp4,52 triliun dengan target penyelesaian 2018-2019. Dalam proyek ini, hambatan yang dihadapi perseroan adalah pembebasan lahan untuk jalan tol Cimanggis-Cibitung.
 
"Upaya penanggulangan hambatan yang dilakukan perseroan telah teratasi dengan terbitnya undang-undang pembebasan lahan di 2012," lanjut dia.
 
Kemudian, proyek pipa gas Kalija mempunyai estimasi nilai proyek sebesar Rp2,5 triliun untuk tahap 1 dengan target penyelesaian pada 2015 untuk tahap 1 dan 2019-2020 untuk tahap 2. Pada proyek ini, hambatan terletak pada kendala sumber gas dari wilayah Kalimantan Timur (Blok Mahakam).
 
"Untuk tahap 1 proyek pipa gas Kalija, perseroan telah menemukan alternatif sumber gas lain yaitu Blok Kepodang di lepas pantai sebelah utara Jawa Tengah," jelas Sri menjelaskan upaya penanggulangan hambatan dalam proyek ini.
 
Proyek terakhir yakni peningkatan kapasitas produksi bahan bangunan dan komponen automotif dengan estimasi nilai proyek sebesar Rp3 triliun. Target penyelesaian proyek ini direncanakan pada 2018-2019 karena mempunyai kendala terhadap penguasaan dan investasi modal untuk teknologi baru.
 
"Saat ini, kerja sama tengah dijajaki dengan pemain internasional. Potensi kerja sama tersebut termasuk transfer teknologi dan investasi," pungkas dia.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif