Kelanjutan Drama Tiga Pilar Sejahtera Food

Annisa ayu artanti 08 Agustus 2018 19:53 WIB
tiga pilar sejahtera food
Kelanjutan Drama Tiga Pilar Sejahtera Food
TPS Food. Dok:TPS.
Jakarta: Bursa Efek Indonesia (BEI) membeberkan kelanjutan kasus PT Tiga Pilar Sejahtera Tbk atau TPS Food setelah insiden walk out pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) akhir Juli lalu.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gusti Gede Nyoman Yetna mengatakan setelah ada insiden tersebut pihak bursa langsung melakukan hiring dengan direksi secara intensif. Dalam hiring itu bursa mengkonfirmasi beberapa hal termasuk mata acara dalam RUPS dan isu mengenai good corporate governance (GCG).

"Ceritanya seperti apa, agenda berapa yang diterima, agenda berapa yang ditolak. Setelah itu kita diskusi panjang sampai dengan isu GCG. bagaimana mereka di-suspect telah menjadi transaksi-transaksi afiliasi atas nama perorangan yang sekarang menjadi salah satu direktur disana," beber Nyoman di Kantor BEI, Jakarta, Rabu, 8 Agustus 2018.

Bursa, lanjut Nyoman juga menanyakan mengenai mata acara kedua dan keempat yaitu mengenai persetujuan atas laporan keuangan perusahaan dan pergantian direksi dan komisaris.

"Yang kami tanyakan agenda kedua, persetujuan atas laporan keuangan, kan ditolak hasil dari mereka," kata dia.

"Kemudian agenda RUPS keempat terkait pergantian direksi dan komisaris," tambah dia.

Dalam laporan ringkasan hasil RUPS yakni pada mata acara kedua mereka memutuskan untuk tidak menyetujui laporan keuangan tetapi memberikan pembebasan tanggung jawab kepada komisaris dan direksi atas tindakan pengawasan dan pengurusan selama tahun buku 2017.

"Tapi ada pernyataan di paragraf kedua, bahwa mereka sudah dapat pembebasan dan pelunaaan intinya. Jadi, pada satu sisi notulen menyatakan laporan keuangan ditolak gimana hubungannya sama pembebasan tadi?" kata dia.

Lalu, awalnya dalam mata acara RUPS perusahaan berkode emiten AISA hanya mencantumkan pergantian komisaris untuk mengisi jabatan komisaris yang meninggal. Namun ketika RUPS berlangsung ada tambahan agenda mengenai pergantian direksi. Saat itu, pergantian direksi dilakukan melalui voting. Hal ini menjadi pertanyaan keabsahan dari hasil RUPS tersebut.

"Setahu kami itu agenda tambahan yg muncul saat RUPS. Kan ada aturannya kalau mau nambah agenda tambahan. Itu yang kami tanyakan, keabsahannya," ujar dia.

Pihak bursa menunggu penjelasan dari perusahaan mengenai permasalahan tersebut hingga hari Jumat. Sedangkan mengenai suspensi perdagangan AISA, lanjut Nyoman, bursa tidak akan melakukan pencabutan. Pencabutan suspensi akan dilakukan semua permasalahan di dalam tubuh perseroan sudah terselesaikan.



(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id