Ilustrasi (MI/ATET DWI PRAMADIA)
Ilustrasi (MI/ATET DWI PRAMADIA)

Semester I-2019, BFI Finance Raup Pendapatan Rp2,5 Triliun

Ekonomi bfi finance indonesia
Husen Miftahudin • 31 Juli 2019 16:02
Jakarta: PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFI Finance) membukukan pendapatan sebesar Rp2,5 triliun di semester I-2019. Angka itu naik tipis dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,4 triliun.
 
Finance Director & Corporate Secretary BFI Finance Sudjono mengatakan raihan itu menggembirakan di tengah kondisi eksternal yang belum kondusif. Namun, perusahaan berhasil menerapkan strategi jitu dengan fokus terhadap inovasi dalam mengembangkan produk sesuai perubahan pola hidup masyarakat.
 
"Pencapaian pada semester I-2019 merupakan hasil maksimal di tengah berbagai kondisi yang tidak kondusif. Kami tetap menjaga tingkat pencadangan yang memadai, menjalankan risk management yang pruden, serta kemampuan pendanaan perusahaan yang baik," ujar Sudjono, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Rabu, 31 Juli 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sudjono mengungkapkan sejumlah tekanan yang memengaruhi kinerja perusahaan salah satunya gelaran pilpres. Kontestasi lima tahunan itu membuat pelaku usaha mengambil sikap melihat dan menunggu. Momentum Ramadan dan Lebaran, perlambatan investasi, hingga lesunya harga komoditas turut memengaruhi pertumbuhan bisnis BFI Finance.
 
Namun, perusahaan mampu mencetak laba bersih sebesar Rp690 miliar sepanjang paruh pertama tahun ini. Tak hanya itu, sambungnya, perusahaan juga berhasil menjawab beragam tantangan dengan membukukan piutang pembiayaan neto Rp16,4 triliun serta mencatat total aset senilai Rp18,3 triliun di semester pertama 2019.
 
Dari piutang pembiayaan tersebut, komposisi pembiayaan BFI Finance masih didominasi pembiayaan mobil sebesar 73 persen, kontribusi alat berat dan mesin sebesar 15 persen, dilengkapi dengan pembiayaan motor sebesar 10 persen. Sisanya berasal dari kontribusi pembiayaan properti (property-backed financing) dan syariah.
 
Saldo pinjaman yang diterima perusahaan di semester pertama 2019 ini tercatat Rp6,8 triliun, dengan pembiayaan bersama atas fasilitas kredit di luar saldo pinjaman sebesar Rp1,03 triliun. Jumlah ini meningkat pesat dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp462 miliar.
 
Perusahaan terus meningkatkan penerapan prosedur pengelolaan risiko dan manajemen kualitas aset yang pruden, melalui proses underwriting, monitoring, collection, dan recovery kredit yang disiplin dengan mencatat rasio pembiayaan bermasalah (NPF/non performing financing) sebesar 1,43 persen dalam enam bulan pertama 2019.
 
Jumlah itu lebih baik dari rata-rata industri pembiayaan sebesar 2,7 persen. Adapun di tahun ini BFI Finance fokus pada peningkatan kualitas pelayanan dan produk pembiayaan yang menyeluruh, dengan memperkuat eksistensi beragam produk barunya yaitu Unit Usaha Syariah (UUS), BFI Education, dan BFI Leisure.
 
"Khusus untuk Unit Usaha Syariah, perusahaan gencar meningkatkan layanannya dengan memperluas ketersediaan produk di cabang lain di luar wilayah Jabodetabek," beber dia.
 
Direktur Bisnis BFI Finance Sutadi menambahkan, keunggulan layanan adalah salah satu yang utama dalam sistem operasional BFI Finance. Dengan sistem ini, kata dia, pihaknya berhasil menyesuaikan diri dengan perubahan perilaku dan gaya hidup konsumen dan masyarakat, serta menentukan produk pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan dan latar belakang mereka.
 
"Selain terus memperkuat core business untuk pembiayaan mobil, motor, properti, serta alat berat dan mesin, BFI Finance juga menelurkan dan mengembangkan beberapa produk pembiayaan demi mengakomodasi kebutuhan gaya hidup saat ini," pungkasnya.
 

(ABD)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif