"Belum ada (utang). (Karena) saya tidak mau obligasi dari dulu," ujar Chief Executive Officer PT Semen Indonesia, Ihyanizzaman ditemui di Balai Kartini, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu (17/12/2014).
Meski tak berutang, Ihya menyebut, SMGR mengantisipasi pembiayaan sejumlah hal. Salah satunya, cadangan ekspor dan rencana investasi di Rembang dan Garut.
"Yang perlu kita waspadai sekarang adalah cadangan ekspor, investasi yang ada di Rembang dan Garut," cetus dia.
Untuk kedua hal itu, Ihya menyebut, SMGR menyiapkan sekitar EUR90 juta untuk biaya investasi pembelian alat. "Ini yang sedang kita lampirkan untuk teknik dan strateginya seperti apa ke depan," pungkas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News