Rupiah Tembus di Atas Rp14.000/USD

Indofood Antisipasi Pelemahan Rupiah via Natural Hedging

Dian Ihsan Siregar 01 Juni 2018 07:31 WIB
indofood
Indofood Antisipasi Pelemahan Rupiah via <i>Natural Hedging</i>
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)
Jakarta: Grup Indofood melakukan antisipasi dari melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) yang kini menembus level di atas Rp14.000. Antisipasi dilakukan sejalan dengan bahan baku yang dibutuhkan oleh Indofood berasal dari impor.

Meski pelemahan nilai tukar rupiah memiliki pengaruh, namun ‎Direktur Utama PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) mengaku, pihaknya telah melakukan antisipasi dengan cara melakukan natural hedging. Tentu ada harapan agar pelemahan ini tidak terus terjadi dan bisa segera berbalik arah ke zona hijau.

"Karena kami memiliki pendapatan dalam USD dari ekspor produk-produk konsumer dan CPO ke banyak negara (karenanya bisa menutupi kebutuhan impor)," ucap Anthoni, di Gedung Indofood Tower, Jakarta, Kamis, 31 Mei 2018.

Natural hedging adalah menyeimbangkan pemasukan dan pengeluaran sehingga tidak terjadi lonjakan keperluan kas. Salah satu cara untuk meng-offset long exposure terus-menerus yang sudah diantisipasi terhadap mata uang tertentu adalah mendapatkan utang berdenominasi mata uang itu.

Contohnya sebuah perusahaan yang berbasis AS dengan pemasukan dolar Kanada terus menerus dapat meng-offset atau me-match berbagai cash flow ini dengan menciptakan suatu matching cashflow. Apabila perusahaan itu meminjam utang berdenominasi dolar Kanada, perusahaan itu dapat membayar utang dengan dolar Kanada yang diterimanya melalui ekspor.

Dengan dasar itu, Anthoni mengatakan, pihaknya belum melihat perlunya melakukan lindung nilai atau hedging sesuai arahan Bank Indonesia (BI). "Biaya impor bahan baku masih ditutupi dari‎ pendapatan perusahaan dari ekspor," jelas dia.

Adapun kontribusi ekspor terhadap penjualan mencapai sekarang ini mencapai delapan persen. Produk ekspor yang dihasilkan kebanyakan merupakan barang jadi maupun setengah jadi. Pihaknya siap meningkatkan kinerja ekspor dan membidik kontribusi ekspor mencapai sebesar 10-12 persen terhadap total penjualan.

"Itu akan kami dorong dengan cara dirikan pabrik di Afrika maupun wilayah lainnya," papar dia.

Di 2018 ini, lanjutnya, Indofood Sukses Makmur membidik pertumbuhan penjualan mencapai 2-5 persen atau sekitar Rp71,59 triliun hingga Rp73,5 triliun dibandingkan dengan realisasi penjualan sebesar Rp70,19 triliun di 2017.

"Target pertumbuhan di tahun ini merupakan konservatif jika dibandingkan dengan penjualan bersih konsolidasi tahun lalu yang mencapai 5,3 persen," terang dia.

Anggarkan Belanja Modal Rp9,1 Triliun

Di sisi lain, Indofood Sukses Makmur berencana mengalokasikan dana belanja modal sebesar Rp9,1 triliun di sepanjang tahun ini. Dana yang telah disediakan untuk disalurkan keempat lini bisnis perusahaan. Keempat lini bisnis perusahaan terdiri dari PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Indofood Sukses Makmur Bogsari, agribisnis, dan distribusi.

"Sumber pendanaan belanja modal dari kas internal dan pinjaman perbankan," kata Anthoni Salim‎ seraya menambahkan jika bisnis anak usaha terpacu maka nantinya akan mendorong kinerja induk usaha di sepanjang 2018 ini.



(ABD)