NEWSTICKER
Ilustrasi. FOTO: MI/RAMDANI
Ilustrasi. FOTO: MI/RAMDANI

IHSG Diperkirakan Kembali Melemah

Ekonomi ihsg
Angga Bratadharma • 24 Februari 2020 08:46
Jakarta: Pemerintah Korea Selatan (Korsel) dilaporkan telah meningkatkan kewaspadaan menyusul lonjakan tajam kasus virus korona baru jenis Covid-19. Presiden Korsel Moon Jae In menyatakan bahwa negaranya menaikkan tingkat kewaspadaan ke level tertinggi setelah jumlah yang terinfeksi bertambah tiga kali lipat sepanjang akhir pekan menjadi 602 orang.
 
Sementara itu, pihak berwenang Italia dan Iran mengambil langkah-langkah pencegahan secara drastis mengingat epidemi tersebut telah menewaskan hampir 2.500 orang di Tiongkok. Sedangkan di akhir pekan lalu, bursa saham AS di tutup melemah. Indeks Dow Jones melemah 0,78 persen, Nasdaq minus 1,79 persen, dan S&P berkurang 1,05 persen.
 
Hari ini akan ada rilis data ekonomi Indonesia yaitu penjualan sepeda motor secara tahunan di Januari. Sedangkan IHSG pada perdagangan Jumat kemarin ditutup melemah 1,01 persen atau ke level 5.882,25. Investor Asing pada Jumat lalu mencatatkan keseluruhan net sell sebesar Rp383,1 miliar.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pada pasar reguler, asing mencatatkan net sell sebesar Rp343,8 miliar, sedangkan pada pasar negosiasi tercatat net sell sebesar Rp39,3 miliar. Kami perkirakan IHSG akan kembali tertekan seiring dengan melemahnya pasar regional dan pasar global," sebut Samuel Research Team, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Senin, 24 Februari 2020.
 
Sementara itu, bursa saham Eropa turut mengalami pelemahan. FTSE dan Eurostoxx masing-masing turun sebesar 0,44 persen dan 0,59 persen. Pada pagi hari ini bursa saham regional dibuka melemah. ASX turun sebesar 1,89 persen dan Kospi minus 2,12 persen. Sedangkan hari ini bursa saham Nikkei libur karena memperingati hari ulang tahun kaisar.
 
Pada pekan lalu, IHSG perdagangan sore ditutup anjlok seiring aksi ambil untung investor. IHSG Jumat sore ditutup melemah 60,23 poin atau 1,01 persen ke posisi 5.882,26. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 bergerak turun 11,17 poin atau 1,15 persen menjadi 957,37
 
Terdapat 108 saham menguat, 306 saham melemah, dan 143 saham stagnan. Volume perdagangan mencapai Rp5,65 triliun dari 5,73 miliar lembar saham yang diperdagangkan. Secara sektoral, hanya satu sektor yang naik yaitu sektor infrastruktur sebesar 0,39 persen. Sedangkan sembilan sektor lainnya terkoreksi.
 

 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif