"Kami melihat Malaysia dan Singapura sudah maju. Yang mau kami tuju yang infant, yang baru. Misalnya, Vietnam. Siang ini kita akan diskusi dengan broker mereka," ucap Abi usai acara ASEAN Broker Conference & Networking 2015, di Bali, seperti dikutip Minggu (15/3/2015).
Per Maret 2015, jumlah emiten di Indonesia sebanyak 506 emiten, sedangkan di Vietnam baru mencapai 360 emiten. Untuk nilai kapitalisasi pasarnya, Indonesia mencapai Rp5,228 triliun pada akhir 2014, sedangkan Vietnam mencapai USD1.750 juta.
Dari data yang ada, jenis emiten yang mendominasi di pasar perdagangan efek di Vietnam ialah di sektor industri sebanyak 30,15 persen, disusul sektor konstruksi sebesar 19,72 persen, dan kesehatan sebesar 7,15 persen.
Sementara emiten di Indonesia didominasi oleh sektor keuangan sebesar 26,4 persen, industri sebesar 19 persen, dan infrastruktur dan trasportasi sebesar 13,4 persen.
Deputy CEO Hanoi Stock Exchange Nguyen Anh Phong menyatakan Vietnam siap untuk bekerja sama dengan negara mana pun. Menurutnya, ini merupakan kesempatan sekaligus tantangan bagi broker maupun bursa Vietnam untuk saling bersinergi dengan negara lainnya di ASEAN.
"Kita punya komitmen di industri ini untuk menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN). Saya pikir ini jalan yang baik untuk mencapai kondisi pasar modal ASEAN yang lebih baik ke depannya," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News