Ilustrasi. MI/RAMDANI
Ilustrasi. MI/RAMDANI

Lunasi Utang, PP Terbitkan Obligasi Rp1,25 Triliun

Ekonomi ptpp
Annisa ayu artanti • 12 November 2019 10:15
Jakarta: PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP) berencana menerbitkan obligasi berkelanjutan tahap II tahun 2019 dengan jumlah pokok yang ditawarkan sebesar Rp1,25 triliun dengan target dana yang dihimpun sebesar Rp3 triliun.
 
Direktur Keuangan PTPP Agus Purbianto mengatakan obligasi dengan nilai pokok Rp1,25 triliun ini terdiri dari dua seri. Seri A dengan jumlah pokok obligasi yang ditawarkan sebesar Rp1 triliun dengan tingkat bunga 8,25 persen per tahun bertenor tiga tahun.
 
Kemudian Seri B dengan jumlah pokok yang ditawarkan sebesar Rp250 juta, dengan kupon sebesar 8,5 persen per tahun bertenor lima tahun sejak tanggal emisi. "Bunga obligasi dibayarkan setiap tiga bulan sekali sesuai tanggal pembayaran bunga obligasi," kata Agus, dikutip dari laporan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa, 12 November 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Agus menjelaskan pembayaran bunga obligasi pertama akan dilakukan pada 27 Februari 2020, dan pembayaran bunga obligasi terakhir dilakukan pada tanggal jatuh tempo masing-masing seri obligasi yaitu 27 November 2022 untuk Seri A, dan 27 November 2024 untuk Seri B. Pembayaran pokok obligasi ini akan dilakukan secara penuh saat tanggal jatuh tempo.
 
Adapun untuk masa penawaran dari obligasi ini akan berlangsung sejak 21-22 November 2019. Sedangkan tanggal penjatahan akan berlangsung pada 25 November 2019. Lalu, tanggal pencatatan obligasi pada BEI pada 28 November 2019.
 
Dana hasil penawaran umum obligasi ini, setelah dikurangi biaya-biaya emisi efek, sebesar Rp300 miliar akan digunakan untuk pelunasan obligasi berkelanjutan I PTPP tahap II tahun 2015 yang akan jatuh tempo pada 24 Februari 2020. Penjamin pelaksana emisi obligasi PTPP menunjuk PT BNI Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas.
 
"Sementara, sisanya akan digunakan untuk pendanaan proyek-proyek infrastruktur perseroan," pungkas Agus.

 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif