Ilustrasi Waskita Karya. Foto: dok Waskita Karya.
Ilustrasi Waskita Karya. Foto: dok Waskita Karya.

Fitch Ratings Naikkan Peringkat Outlook Waskita Jadi Stabil

Ekonomi waskita karya
Husen Miftahudin • 23 Desember 2019 21:37
Jakarta: Lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings menaikkan prospek (outlook) peringkat PT Waskita Karya (Pesero) Tbk dari "A(idn) negatif menjadi "A(idn) positif. Peningkatan outlook ini dipengaruhi oleh peran WSKT sebagai agen pembangunan dalam program percepatan pembangunan infrastruktur yang dicanangkan pemerintah.
 
Direktur Keuangan Waskita Haris Gunawan menyambut baik peningkatan outlook tersebut. Menurutnya, kenaikan peringkat tersebut berkat upaya perusahaan dalam menjaga kondisi keuangan.
 
"Perubahan outlook dari Fitch Ratings dari negatif menjadi stabil menunjukkan strategi yang dilakukan Waskita Karya untuk menjaga kondisi keuangan telah berjalan dengan baik, dan Waskita Karya mampu memenuhi segala kewajibannya," ujar Haris dalam keterangannya, Senin, 23 Desember 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Haris menjelaskan, lebih dari 70 persen dari Rp166 triliun nilai kontrak baru perusahaan konstruksi berkode emiten WSKT selama 2015-2018 itu merupakan Proyek Strategis Nasional seperti jalan tol, bendungan, Light Rail Transit (LRT), hingga bandar udara. Selain itu, WSKT melalui anak usahanya PT Waskita Toll Road (WTR) juga terlibat sebagai investor pada 18 konsesi jalan tol dengan total panjang lebih dari seribu kilometer.
 
"Keberhasilan program divestasi jalan tol WSKT dan potensi penerimaan kas di akhir 2019 juga diyakini menjadi katalis perbaikan outlook WSKT," tutur Haris.
 
Pada 18 Desember 2019 lalu, WTR telah berhasil melakukan divestasi ruas tol Solo-Ngawi dan ruas tol Ngawi-Kertosono kepada investor dari Hong Kong dengan total nilai transaksi mencapai Rp2,4 triliun.
 
Selain itu, WSKT juga menargetkan penerimaan pembayaran dari beberapa proyek infrastruktur yang dikerjakan dengan skema turnkey serta pembayaran pengembalian dana talangan tanah dari Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN).
 
"Per hari ini, Waskita Karya telah menerima sekitar Rp7,8 triliun dari pembayaran proyek turnkey serta pengembalian dana talangan tanah dari LMAN sekitar Rp4,5 triliun. Sebagian besar arus kas masuk akan kami gunakan untuk melunasi pinjaman kepada kreditur," ungkap dia.
 
Hingga akhir 2019, WSKT menargetkan tambahan kas masuk sebesar Rp14 triliun yang berasal dari beberapa proyek jalan tol di Pulau Jawa dan Pulau Sumatra yang dikerjakan secara turnkey.
 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif