Ilustrasi. FOTO: MI/SUSANTO
Ilustrasi. FOTO: MI/SUSANTO

Rupiah Pagi Dibuka Tertekan ke Rp14.179/USD

Ekonomi kurs rupiah
Angga Bratadharma • 10 Oktober 2019 09:01
Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Kamis pagi terlihat tertekan dibandingkan dengan perdagangan sore di hari sebelumnya di posisi Rp14.172 per USD. Sejauh ini, mata uang Paman Sam masih sulit dikalahkan oleh mata uang Garuda sejalan dengan minimnya katalis positif dari dalam negeri.
 
Mengutip Bloomberg, Kamis, 10 Oktober 2019, nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi dibuka melemah di Rp14.179 per USD. Pagi ini nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp14.160 hingga Rp14.180 per USD. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp13.943 per USD.
 
Sementara itu, dolar Amerika Serikat sedikit melemah terhadap sejumlah mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB). Kondisi itu terjadi karena investor mengamati risalah hasil pertemuan kebijakan September yang dirilis oleh Federal Reserve AS pada hari yang sama.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Indeks USD, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,01 persen menjadi 99,1212 pada akhir perdagangan. Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi USD1,0974 dari USD1,0954 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi USD1,2211 dari USD1,2217 pada sesi sebelumnya.
 
Dolar Australia turun menjadi USD0,6726 dibandingkan dengan USD0,6730. Dolar AS dibeli 107,54 yen Jepang, lebih tinggi dibandingkan dengan 107,12 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9959 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9938 franc Swiss, dan naik menjadi 1,3330 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,3318 dolar Kanada.
 
Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), unit kebijakan penetapan suku bunga Fed, memutuskan untuk memangkas suku bunga acuannya seperempat poin pada pertemuan 17-18 September, menurunkan suku bunga dana federal atau overnight funds rate ke kisaran target 1,75 persen hingga 2,00 persen.
 
"Mungkin perlu bagi Komite untuk mencari keselarasan ekspektasi pasar yang lebih baik mengenai jalur tingkat kebijakan dengan ekspektasi para pembuat kebijakan untuk jalur itu," kata risalah.
 
Di sisi lain, saham-saham Amerika Serikat melonjak pada Rabu waktu setempat (Kamis WIB). Penguatan dapat terjadi karena investor meneliti risalah Federal Reserve yang baru dirilis dan adanya harapan terkait pembicaraan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok.
 
Indeks Dow Jones Industrial Average naik sebanyak 181,97 poin atau 0,70 persen menjadi 26.346,01. Sedangkan S&P 500 naik sebanyak 26,34 poin atau 0,91 persen menjadi 2.919,40. Sementara indeks Komposit Nasdaq meningkat 79,96 poin atau 1,02 persen menjadi 7.903,74.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif