IHSG Rabu (10/9/2014) pagi ini melemah 28,20 poin ke posisi 5.168. Pelemahan IHSG ini tak beda jauh dengan kondisi penutupan perdagangan Selasa (9/9/2014) kemarin, dimana semua indeks terpantau memerah alias anjlok.
Pelemahan IHSG pagi ini diikuti pelemahan indeks JII yang melemah 6,22 poin ke 691,99. Serta pelemahan indeks LQ45 5,94 poin ke 877,72.
Adapun sektor yang berkontribusi dalam pelemahan ini antara lain sektor pertambangan yang terkoreksi cukup tajam 24,86 poin ke 1.596. Selanjutnya diikuti oleh pelemahan sektor agrikultur sebesar 17,57 poin ke 2.166, serta sektor infrastruktur yang melemah 7,25 poin ke 1.170.
Adapun, volume saham yang diperdagangkan pada pagi ini tercatat sebanyak 498,704 juta lembar saham, dengan total nilai Rp416,66 miliar. Sebanyak 38 saham menguat, 163 saham melemah, dan 45 saham diam di tempat alias stagnan.
Sebagai informasi, berdasarkan data yang dilansir tim analis Samuel Sekuritas Indonesia, S&P melemah 0,6% yang merupakan penurunan terdalam sejak awal Agustus 2014, sementara EIDO turun 1,9% semalam.
Sejumlah komoditas metal melemah kemarin dipimpin oleh nikel yang turun signifikan hingga 5% seiring spekulasi bahwa larangan ekspor ore dari Filipina tidak akan diberlakukan dalam waktu dekat, sementara timah turun ke level terendah dalam 13 bulan terakhir.
Adapun, harga minya Brent naik sekitar 0,2% pagi ini setelah melemah dalam empat hari terakhir.
"Bursa Asia melemah hari ini dengan Nikkei terkoreksi 0,3%. Kami memerkirakan pelemahan IHSG masih akan berlanjut hari ini, terutama pada saham-saham sektor komoditas," kutip tim analis Samuel Sekuritas Indonesia, Rabu (10/9/2014).
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News