Bloomberg, Kamis, 8 Februari 2018 mencatat mata uang rupiah turun 55 poin atau 0,41 persen dengan berada pada Rp13.610 per USD. Yahoo Finance melansir mata uang rupiah jatuh 53 poin atau 0,39 persen dengan berada pada Rp13.603 per USD. BI merekam mata uang rupiah jatuh 79 poin dengan berada pada Rp13.602 per USD.
Sementara itu pergerakan mata uang rupiah terhadap mata uang negara lainnya bergerak menguat. Rupiah naik 129 poin atau 0,77 persen dengan berada pada Rp16.651 per euro. Kemudian mata uang rupiah juga naik terhadap poundsterling. Selain itu rupiah naik 60,91 poin dengan berada pada Rp18.849 per poundsterling.
Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara mengatakan bila dilihat dari sejarah di tahun lalu, sebulan sebelum kenaikan suku bunga The Fed mata uang di berbagai negara tertekan. Sebab, pasar keuangan melakukan penyesuaian terhadap rencana kenaikan tersebut..
Mirza mengatakan, volatilitas mata uang Garuda bersifat temporer di saat pasar keuangan sedang melakukan penyesuaian yang ia nilai sebagai hal yang wajar. Lebih lanjut dia memastikan bank sentral akan selalu berada di pasar untuk mengontrol volatilitas supaya tak besar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News