Ilustrasi. FOTO: dok MI.
Ilustrasi. FOTO: dok MI.

Pendatang Baru Bursa, Saham IFII Naik Hampir 70%

Ekonomi emiten ipo
Annisa ayu artanti • 10 Desember 2019 10:55
Jakarta: Saham PT Indonesia Fibreboard Industry Tbk naik 69,52 persen dari penawaran sebesar Rp105 per saham saat melantai perdana di pasar modal Indonesia.
 
Perusahaan melepas sebanyak 1,412 miliar lembar saham baru atau sekitar 15 persen melalui penawaran umum perdana (initial public offering/IPO).
 
Pantauan Medcom.id, saat perdana mencatatkan saham, emiten berkode IFII ini melesat 69,52 persen atau 73 poin ke level Rp178. Saham IFII ditransaksikan sebanyak 24 kali dengan volume 93 lot dan menghasilkan nilai transaksi Rp1,66 juta.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Otomatis, saham IFII langsung terkena auto rejection oleh Jakarta Automated Trading System (JATS) karena kenaikan harga sahamnya melebihi ketentuan persentase teetinggi harian khusus saham IPO sebesar 50 persen.
 
Perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan kayu ini berencana menggunakan dana segar dari aksi ini untuk pelunasan sisa pokok utang dan bunga yang berjalan, pelunasan sisa uang muka belanja modal pembelian mesin, dan penambahan modal kerja.
 
"Sekitar 64 persen untuk pelunasan seluruh sisa pokok utang dan bunga berjalan pada Bank Nord LB, 18 persen untuk pelunasan sisa uang muka belanja modal dan pembelian mesin, peralatan serta aset tetap lainnya seiring dengan pengembangan kegiatan usaha, dan sekitar 18 persen untuk modal kerja, terutama untuk menunjang kegiatan usaha," papar Direktur Utama Indonesia Fibreboard Industry Ang Andri Pribadi di Gedung BEI, Jakarta, Selasa, 10 Desember 2019.
 
Perusahaan menunjuk PT Investindo Nusantara Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Serta, PT Corpus Sekuritas Indonesia dan PT Panin Sekuritas Tbk. bertindak sebagai penjamin emisi efek.
 
Sampai dengan 30 Juni 2019 perusahaan mencatat penjualan bersih sebesar Rp300,07 miliar. Penjualan bersih tersebut terdiri dari penjualan untuk pasar ekspor sebesar 76 persen dan 24 persen untuk pasar lokal.
 
Perusahaan juga mencatat laba sebesar Rp25,73 miliar. Total aset sebesar Rp1,01 triliun, total liabilitas sebesar Rp286,05 miliar, dan total ekuitas tercatat sebesar Rp790,51 miliar.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif