Ilustrasi. FOTO: Medcom.id.
Ilustrasi. FOTO: Medcom.id.

Saham Garuda Terus Terkoreksi Usai Insiden Penyelundupan Moge

Ekonomi Garuda Indonesia
Nia Deviyana • 06 Desember 2019 15:17
Jakarta: Berita penyelundupan sparepart Harley Davidson di pesawat baru PT Garuda Indonesia Tbk (Persero) berdampak pada harga saham maskapai pelat merah itu. Menteri BUMN Erick Thohir menemukan bukti dan informasi bahwa Harley tersebut adalah milik Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Ashkara.
 
Melansir dari IDX Channel, Jumat, 6 Desember 2019, saham emiten berkode GIIA itu masih menguat pada 3 Desember 2019. Saat itu, regulator masih menyelidiki informasi mengenai tersangka kasus penyelundupan.
 
Saham GIIA mengalami pelemahan di level Rp530 per lembar saham pada penutupan perdagangan 3 Desember 2019. Saham mengalami pelemahan setelah dibuka pada level Rp540.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada 4 Desember, saham GIIA mulai mengalami pelemahan pada pembukaan perdagangan di level Rp525 per lembar saham. Saham GIIA anjlok pada penutupan perdagangan di level Rp510 per lembar saham. Penurunan ini seiring kabar keterlibatan direksi Garuda Indonesia dalam kasus penyelundupan.
 
Saham GIIA kembali anjlok pada pembukaan perdagangan Kamis, 5 Desember 2019. Saham GIIA dibuka di level Rp500 per lembar saham, dan melemah saat penutupan perdagangan di level Rp496 per saham.
 
Adapun pada perdagangan Jumat, 6 Desember 2019 pukul 14.09 WIB, saham GIIA berada di level Rp494 per saham, melemah dua poin atau 0,81 persen.
 
Analis Panin Sekuritas William Hartanto mengatakan kasus yang menyorot Garuda Indonesia memang bisa memberikan sentimen negatif terhadap gerak saham perseroan. Namun, dengan upaya Tegas Erick Thohir, tidak menutup kemungkinan koreksi pada saham GIIA tidak berlangsung lama.
 
"Bisa positif karena terlihat sekali upaya pemerintah untuk menyelesaikan masalah-masalah yang ada di BUMN," ujarnya, saat dihubungi Medcom,id, Jumat, 6 Desember 2019.
 
Berdasarkan hasil penelusuran di pasaran perkiraan nilai motor Harley Davidson tersebut berkisar antara Rp200 juta sampai dengan Rp800 juta per unitnya. Sedangkan nilai dari sepeda Brompton berkisar antara Rp50 juta hingga Rp60 juta per unitnya. Sehingga perkiraan total kerugian negara berkisar antara Rp532 juta sampai dengan Rp1,5 miliar akibat penyelundupan tersebut.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif