Ilustrasi. FOTO: Medcom.id/Angga Bratadharma
Ilustrasi. FOTO: Medcom.id/Angga Bratadharma

Indeks Saham Acuan Indonesia Diperkirakan Lanjutkan Penguatan

Ekonomi ihsg
Angga Bratadharma • 31 Oktober 2019 09:15
Jakarta: Pada perdagangan semalam, bursa saham Amerika Serikat (AS) menguat didorong oleh pemotongan Fed Rate sebanyak 25 bps dari dua persen menjadi 1,75 persen. Selain itu, dikarenakan pernyataan Ketua the Fed Powell yang mengindikasikan tidak akan ada penaikan suku bunga acuan dalam jangka waktu panjang.
 
Berdasarkan survei, probabilitas pemotongan Fed Rate pada Desember 2019 sebesar 22 persen; Januari 2020 sebesar 41 persen; Februari 2020 sebesar 50,8 persen, dan Maret 2020 sebesar 57 persen. Sedangkan DJIA naik 0,43 persen menjadi 27.186 diikuti Nasdaq menguat 0,33 persen ke level 8.303 dan S&P500 naik 0,33 persen menjadi 3.046.
 
"Kami memperkirakan pergerakan IHSG pada hari ini berpotensi menguat seiring dengan sentimen global yang cukup kuat yaitu pemotongan Fed Rate yang sesuai ekspektasi serta sentimen domestik besok yaitu rilis data Inflasi Indonesia untuk periode Oktober 2019," sebut Samuel Research Team, seperti dikutip dari riset hariannya, Kamis, 31 Oktober 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di sisi lain, saham-saham Amerika Serikat terpantau menguat pada Rabu waktu setempat (Kamis WIB), setelah Federal Reserve memangkas suku bunga acuan untuk ketiga kalinya di tahun ini. Meski demikian, persoalan perang dagang antara Washington dengan Beijing masih memberikan beban tersendiri terhadap pasar saham.
 
Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak sebanyak 115,27 poin atau 0,43 persen menjadi 27.186,69. Sedangkan S&P 500 meningkat sebanyak 9,88 poin atau 0,33 persen menjadi 3.046,77. Indeks Komposit Nasdaq naik 27,12 poin atau 0,33 persen menjadi 8.303,98.
 
Sementara itu, Federal Reserve AS memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan sebanyak 25 basis poin di tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi AS, penurunan suku bunga ketiga kalinya di tahun ini. The Fed berharap kebijakan moneter yang diambil ini bisa memberi stimulus terhadap perekonomian AS.
 
Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), badan penetapan suku bunga Fed, memangkas target suku bunga menjadi dikisaran 1,5 persen hingga 1,75 persen setelah menyimpulkan pertemuan kebijakan dua hari, sebagian besar sejalan dengan ekspektasi pasar.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif