Illustrasi. MI/ADAM DWI.
Illustrasi. MI/ADAM DWI.

Uriep Jadi Direktur Utama KSEI

Ekonomi ksei
Annisa ayu artanti • 28 Mei 2019 01:10
Jakarta: Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) KSEI menyetujui pengangkatan Uriep Budhi Prasetyo sebagai direktur utama KSE periode 2019-2022.
 
Dalam keterangan tertulis KSEI yang diperoleh Medcom.id, Senin, 27 Mei 2019 menyatakan RUPST yang dihadiri 37 pemegang saham yang memiliki 4.950 hak suara atau 83,33 persen dari total pemegang saham menyetujui aklamasi Uriep Budhi Prasetyo sebagai Direktur Utama KSEI periode 2019-2022, serta pengangkatan Syafruddin dan Supranoto Prajogo sebagai Direktur.
 
Uriep akan menggantikan Friderica Widyasari Dewi yang telah berakhir masa jabatannya. Sebelumnya Uriep menjabat Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan PT Bursa Efek Indonesia pada 2009-2015 dan Komisaris KSEI periode 2006-2009. Sementara untuk posisi Direktur I masih dijabat oleh Syafruddin dan posisi Direktur II tetap dipercayakan kepada Supranoto Prajogo.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebagai direktur utama, Uriep menyampaikan akan melanjutkan rencana strategis yang dikembangkan pada tahun sebelumnya. “Dalam waktu dekat salah satu rencana strategis yaitu pengembangan e-Proxy dan e-Voting untuk memudahkan investor selaku pemegang saham dalam memberikan kuasa pada RUPS melalui sarana elektronik,” ungkap Uriep.
 
Platform ini menurutnya akan memberikan kemudahan komunikasi antara Emiten, BAE, KSEI, Perusahaan Efek, Bank Kustodian, dan pemegang saham secara straight through processing karena menggunakan standard messaging dalam satu platform yang terintegrasi.
 
Lebih lanjut, Uriep menjelaskan, untuk rencana strategis lainnya yang akan dilakukan KSEI adalah Full Central Bank Money, yaitu Bank Pembayaran yang bekerjasama dengan KSEI mulai periode 2019-2024 akan menggunakan infrastruktur Bank Indonesia (BI-RTGS) untuk mendukung penyelesaian transaksi Efek di KSEI. Nantinya, seluruh penyelesaian dana oleh Bank Kustodian dan Perusahaan Efek baik Surat Berharga Negara maupun non Surat Berharga Negara akan menggunakan BI-RTGS.
 
"Hal ini dilakukan untuk memenuhi rekomendasi International Organization of Securities Commissions (IOSCO) Principle 9 - Principles for Financial Market Infrastructures (PFMI) mengenai Money Settlements," jelas dia.
 
Selain perombakan jajaran direksi, RUPST juga menyetujui laporan tahunan perseroan, laporan tugas pengawasan dewan komisaris, dan mengesahkan laporan keuangan perseroan di 2018, serta mengangkat wakil pemegang saham sebagai anggota komite anggaran perseroan tahun buku 2020.
 
Dalam RUPST juga dipaparkan pencapaian KSEI sepanjang 2018, salah satunya peningkatan jumlah investor pasar modal sekitar 44 persen. Berdasarkan data yang tercatat di KSEI, jumlah investor millennial berusia di bawah 30 tahun semakin mendominasi dengan jumlah 40,14 persen. Investor lokal masih mendominasi kepemilikan aset yang tercatat di C-BEST sebesar 56,13 persen dan 43,87 persen dimiliki oleh investor asing. Hingga 22 Mei 2019, jumlah investor telah mencapai 1.873.700 Single Investor Identification (SID).
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif