Ilustrasi. FOTO: Medcom.id/Angga Bratadharma
Ilustrasi. FOTO: Medcom.id/Angga Bratadharma

Minim Sentimen, IHSG Diperkirakan Kembali Tertekan

Ekonomi ihsg
Angga Bratadharma • 14 November 2019 09:31
Jakarta: Tarik ulur negosiasi dagang Amerika Serikat (AS) dengan Tiongkok masih menjadi sentimen negatif bagi investor global. Sementara ekonomi di Eropa terus melemah. Inflasi Jerman di Oktober 2019 sebesar 1,1 persen yoy dari 1,2 persen yoy, sedangkan inflasi Inggris 1,5 persen yoy dari 1,7 persen yoy pada periode sebelumnya.
 
Sedangkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Rabu melemah 0,62 persen menjadi 6.142 dengan pemberat indeks adalah sektor pertambangan serta saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI). Penjualan bersih asing pada pasar regular mencapai Rp268,1 miliar. Sepanjang minggu ini (Senin-Rabu) asing mencatatkan penjualan Rp1,1 triliun pada pasar regular.
 
"Pergerakan IHSG pada hari ini berpotensi kembali tertekan seiring minimnya sentimen dari global maupun regional," ungkap Samuel Research Team, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Kamis, 14 November 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Adapun pernyataan Ketua the Fed Jerome Powell bahwa Fed Rate kemungkinan tidak akan berubah seiring tumbuhnya perekonomian direspons beragam oleh investor regional. Inflasi AS per Oktober 2019 tercatat tumbuh 1,8 persen. Probabilitas Fed cut rate pada Desember 2019 turun menjadi 6,7 persen dari survei sebelumnya 22,3 persen.
 
Di sisi lain, bursa saham Amerika Serikat ditutup bervariasi pada Rabu waktu setempat (Kamis WIB), karena investor mencerna kesaksian terbaru Ketua Federal Reserve Jerome Powell. Di sisi lain, perang dagang yang terus berlangsung turut memberikan beban tersendiri terhadap pergerakan pasar saham.
 
Indeks Dow Jones Industrial Average naik sebanyak 92,10 poin atau 0,33 persen menjadi 27.783,59. Sementara S&P 500 naik sebanyak 2,20 poin atau 0,07 persen menjadi 3.094,04. Indeks Komposit Nasdaq turun 3,99 poin, atau 0,05 persen, menjadi 8,482.10.
 
"Saat ini sikap kebijakan moneter AS kemungkinan tetap tepat selama ekonomi AS tetap pada jalurnya," ungkap Powell, di dengar pendapat yang diadakan oleh Komite Ekonomi Gabungan Kongres.
 
Meski secara keseluruhan ekonomi AS berada pada posisi yang menguntungkan, namun Powell menunjukkan beberapa risiko penting terhadap prospek ekonomi, termasuk pertumbuhan yang lamban di luar negeri, perkembangan perdagangan, dan tekanan inflasi yang diredam. Fed telah memangkas suku bunga acuan tiga kali tahun ini menjadi kisaran 1,5-1,75 persen.

 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif