"Kerjasama ini sejalan dan membantu mewujudkan rencana Pemerintahan Presiden Joko Widodo dalam percepatan pembangunan Indonesia Bagian Timur," ujar Bupati Jayapura Mathius Awoitauw dalam keterangan tertulis, Kamis (2/4).
Menurut Mathius, ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di Gresik pada tanggal 26 Februari 2015 lalu.
Selain itu, ia melanjutkan, Presiden Joko Widodo telah berulang kali menegaskan bahwa pembangunan Papua merupakan salah satu prioritas pemerintahan Kabinet Kerja.
"Pabrik semen ini juga akan membuka lapangan kerja bagi putra putri Jayapura," kata Mathius.
Maka dari itu, ia mengharapkan, putra putri Jayapura, Papua, mempersiapkan diri secara kemampuan untuk mendapatkan kesempatan kerja yang ada di pabrik semen ini. "Dengan demikian maka ini bisa menjadi contoh bahwa kita harus membangun Papua dan bukan hanya membangun di Papua," kata Mathius.
Ia menjelaskan, PT Semen Indonesia memiliki keahlian dan komitmen untuk mengembangkan industri semen di Papua karena prospek konsumsi semen yang menjanjikan serta peluang ekspor ke Papua New Guinea (PNG).
Di sisi lain, penduduk Jayapura ingin berbagai industri strategis yang membutuhkan semen mudah dikembangkan di sini supaya ekonomi Jayapura dapat berkembang lebih pesat. "Jadi sudah bersinergi dan sekarang kami kawinkan. Sebab bila industrinya dibangun, ekonominya bisa makin kuat, dan kualitas kehidupan rakyat di sini bisa makin meningkat. Inilah Jayapura baru yang ingin dicapai," kata Mathius.
Pemasangan tiang pancang pertama pabrik dengan kapasitas 1 juta ton semen/tahun ini dijadwalkan terlaksana bulan Januari 2016, dengan biaya investasi sekitar USD 150 juta. Pembangunan pabrik semen ini direncanakan selesai dalam waktu sekitar tiga tahun ke depan.
Mathius menambahkan, sebuah kebanggaan kerja sama ini dapat terwujud. Karena, pembangunan pabrik semen ini dikerjakan oleh BUMN dengan BUMD Kabupaten Jayapura. "Sinergi BUMN dengan BUMD dalam pengembangan industri semen di Jayapura dapat menjadi contoh baik perwujudan 'dari Indonesia, untuk Indonesia' yang saling menguntungkan," kata Mathius.
Sementara itu, Direktur Pengembangan Usaha dan Strategi Bisnis PT Semen Indonesia Rizkan Chandra mengatakan,
pembangunan pabrik semen di Jayapura yang berkapasitas 1 juta ton per tahun ini diharapkan dapat memenuhi permintaan kebutuhan semen di Provinsi Papua yang pada tahun 2014 diperkirakan mencapai 800.000 ton. Pabrik ini sekaligus dapat memasok permintaan semen di daerah sekitar seperti Maluku serta peluang ekspor ke PNG.
"Kami bersyukur karena rencana Perseroan untuk membangun pabrik semen terintegrasi di Kabupaten Jayapura yang kami rencanakan sejak tahun lalu disambut dengan antusias oleh Bapak Bupati. Ini langkah maju yang sangat baik bagi masyarakat Jayapura, Papua, dan juga bagi Perseroan. Sebelumnya kami sudah memiliki pabrik pengantongan semen (packing plant) di Sorong, sekarang kami melangkah maju untuk membangun pabrik semen terintegrasi di Jayapura," kata Rizkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News