"Pembiayaan (2015) mencapai Rp27 triliun. Sumber pendanaaan masih joint financing dengan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar 90 persen," ucap Direktur BCA Finance, Roni Haslim, saat konferensi pers penerbitan obligasi BCA Finance, di Hotel Indonesia Grand Kempinski, Jakarta, Selasa (17/2/2015).
Menurut dia, sumber dana pembiayaan akan didatangkan dari penerbitan obligasi, pinjaman bank lain, dan kas internal perusahaan. Adapun kenaikan pembiayaan di tahun ini masih didatangkan dari penjualan mobil. Padahal pada tahun lalu penjualan mobil tercatat masih stagnan.
Jika target pembiayaan perseroan terealisasi dengan baik, jelas dia, perseroan bakal meraup laba bersih mencapai Rp1,3 triliun atau naik 18,18 persen dibanding perolehan di tahun lalu sebesar Rp1,1 triliun.
Perseroan saat ini menurunkan bunga 0,5 persen untuk nasabah yang akan menjalankan pinjaman dalam jangka waktu satu sampai empat tahun. Dengan adanya langkah ini, diharapkan bisa menarik minat orang yang akan menggunakan pembiayaan BCA Finance.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News