Direktur Utama Semen Indonesia, Suparni meyakini peningkatan tersebut didasari atas permintaan semen dari konsumsi domestik yang akan mengalami pertumbuhan tahun depan.
"Tumbuh enam persen lah. Permintaannya dari domestik. Proyek dan ritel tumbuh. Kita bisa lihat dari konsumsi curah kan tumbuh. Produksi tahun depan 30 juta ton. Itu grup semua," kata Suparni, dalam acara Sinergi BUMN untuk Transformasi Indonesia, di Hotel Dharmawangsa, Jalan Brawijaya, Jakarta, Kamis (10/12/2015).
Suparni menjelaskan perseroan akan fokus dalam kebutuhan domestik yakni sebesar 94 persen dari total produksi. Sedangkan, porsi ekspor akan berusaha dikurangi.
"Tahun depan fokusnya domestik dulu. Tahun depan ekspor lebih sedikit. 94 persen dari penjualan bakal untuk domestik," ungkap dia.
Sebagai informasi, Semen Indonesia mencatat ekspor tahun ini sekitar 500 sampai 600 ribu ton. Konsumsi semen Agustus 2015 sebesar 17,8 persen, Oktober 10,53 persen, dan November 4,7 persen.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News