Dok Alfamart
Dok Alfamart

Kenaikan UMP dan Pergeseran Konsumsi Gerus Kinerja Alfamart

Ekonomi ritel ump alfamart
Nia Deviyana • 17 Mei 2019 20:38
Jakarta: PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Perseroan) atau Alfamart membeberkan sejumlah faktor yang menggerus kinerja perusahaan selama 2018. Tantangan tersebut berasal dari internal maupun eksternal perseroan.
 
"Tantangan eksternal antara lain kenaikan Upah Minimum Kabupaten atau Propinsi, kenaikan harga BBM, dan kenaikan harga sewa properti," ujar Presiden Direktur PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk Hans Prawira lewat keterangan resminya, Jumat, 17 Mei 2019.
 
Hans menuturkan faktor eksternal yang berdampak signifikan ialah pergeseran pola konsumsi masyarakat ke arah leisure ekonomi, seiring dengan semakin terbukanya informasi melalui berbagai media digital.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sedangkan, tantangan internal yang dihadapi perusahaan, lanjut Hans, mencakup peningkatan kompetensi karyawan dan kesiapan sarana teknologi informasi yang relevan guna mendorong operasi bisnis yang membutuhkan kecepatan layanan.
 
Untuk prospek usaha 2019, Presiden Komisaris Feny Djoko Susanto menyatakan bahwa perusahaan telah memperhitungkan kondisi makro ekonomi, sosial politik, dan asumsi bisnis tertentu.
 
"Kami percaya bahwa serangkaian pernyempurnaan dengan memperketat pengendalian internal dan memperkuat control, menjadikan kerangka kerja tata kelola semakin sesuai dengan tujuannya," ujar Feny.
 
Adapun pendapatan neto konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak Alfamart pada 2018 sebesar Rp66,82 triliun. Angka ini meningkat 8,72 persen dibandingkan 2017 yang sebesar Rp61,46 triliun.
 
Pertumbuhan pendapatan neto terutama didorong oleh pertambahan pendapatan gerai Perseroan dan Entitas Anak, di samping pertumbuhan jumlah gerai sepanjang tahun 2018.

 

(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif