NEWSTICKER
Ilustrasi. FOTO: Dok MI/PANCA SYURKANI
Ilustrasi. FOTO: Dok MI/PANCA SYURKANI

PTPN V Tingkatkan Nilai Tambah Siapkan IPO

Ekonomi pasar modal ipo ptpn
Antara • 24 Februari 2020 13:03
Jakarta: Direktur Utama PT Perkebunan Negara (PTPN) V Jatmiko K Santosa mengatakan tengah fokus meningkatkan nilai tambah di seluruh lini produksi. Hal itu sebagai langkah persiapan untuk menjadikan PTPN V sebagai perusahaan terbuka yang sahamnya tercatat di bursa saham atau melakukan Initial Public Offering (IPO).
 
"Kami terus berinovasi untuk menurunkan biaya dan create nilai," kata Jatmiko, seperti dikutip dari Antara, Senin, 24 Februari 2020.
 
Adapun PTPN V berencana melakukan IPO pada kuartal ketiga tahun ini. Menurut dia untuk bisnis perkebunan maka erat kaitannya dengan sumber daya manusia. Untuk itu perusahaan akan fokus kepada peningkatan hal tersebut melalui program peningkatan nilai tambah dan penghematan biaya.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jatmiko menjelaskan dari target perubahan sementara ini fokus kepada 20 persen di bidang teknologi pengolahan sawit sesuai dengan tantangan industri 4.0. "Lewat teknologi kami bisa melakukan perbaikan terhadap sumber daya manusia, benih, pupuk, recovery limbah, dan mengurangi tingkat kekotoran," ujarnya.
 
Ia mengatakan untuk menurunkan biaya produksi ini akan terus dilakukan mulai dari tebang pohon dan biaya angkut tolok ukurnya harus setara dengan perusahaan-perusahaan kelapa sawit yang ada di Riau.
 
Jatmiko menjelaskan dari dari total lahan PTPN V seluas 92 ribu hektare tidak sepenuhnya untuk kelapa sawit, di antaranya 10 ribu hektare untuk karet, 10 ribu hektare untuk fasos dan fasum, sedangkan 22 ribu hektare lainnya untuk aspek lingkungan diantaranya sebagai daerah tangkapan air (cathment area).
 
Luas lahan sawit yang dikelola perusahaan sendiri seluas 40 persen, sedangkan 60 persen dikerjasamakan dengan pihak ketiga (menggunakan pola plasma dan non plasma). "Kalau lahan kami sendiri bisa menghasilkan sawit kualitas premium, saat ini menjadi tugas perusahaan agar yang dikelola pihak ketiga ini juga bisa menghasilkan kualitas serupa," ujar Jatmiko.
 
Dirinya menjelaskan untuk meningkatkan kualitas produksi CPO perusahaan akan menggunakan teknologi drone yang sanggup merekam 2.000 hektare kebun.
 
"Setiap hektare itu terdapat 164 pohon, dengan teknologi ini kami bisa monitor kondisi pohon-pohon yang ada. Dampak positifnya penggunaan pupuk dapat terkontrol serta aktivitas pekerjaan dapat termonitor seketika itu juga," ujarnya.
 
Jatmiko menjelaskan saat ini PTPN V sudah mengantongi lima sertifikat ISCC berstandar Uni Eropa, untuk menjamin ekspor ke negara-negara Eropa, sertifikasi ini melengkapi sejumlah sertifikasi lain, seperti ISPO dan RSPO yang sudah dimiliki perseroan.
 
Terkait aspek lingkungan perusahaan sudah memanfaatkan gas metan hasil pengolahan sebagai pembangkit listrik untuk dua pabrik, sehingga cangkang/tandan kosong sisa pengolahan kelapa sawit bisa dimanfaatkan untuk menjadi arang briket.
 
"Efeknya kami punya nilai tambah dari penjualan cangkang, serta dari aspek ramah lingkungan kita menggunakan pembangkit listrik dari gas metan yang ramah lingkungan," pungkas Jatmiko.
 

(ABD)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif