NEWSTICKER
Ilustrasi. FOTO: MI/ADAM DWI
Ilustrasi. FOTO: MI/ADAM DWI

Kebijakan Moneter BI Akomodatif, IHSG Diyakini Menguat

Ekonomi ihsg
Antara • 21 Februari 2020 08:37
Jakarta: Korea Selatan telah melaporkan kasus kematian pertama akibat wabah virus korona. Kematian tersebut menjadi kematian kesembilan dari wabah virus tersebut di luar mainland Tiongkok. Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menuturkan dampak wabah virus korona akan berpola V-shape dengan penurunan signifikan pada kuartal I-2020.
 
Namun akan pulih secara berangsur selama enam bulan ke depan. Hal tersebut juga akan tercermin pada Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada kuartal I-2020 yang diperkirakan di bawah lima persen. Sedangkan perdagangan bursa saham AS semalam ditutup melemah, dengan S&P 500 turun 0,38 persen, Dow Jones turun 0,44 persen, dan Nasdaq minus 0,67 persen.
 
Di wilayah domestik, Bank Indonesia memutuskan menurunkan suku bunga BI 7-Day Reverse Repo sebanyak 25 bps ke level 4,75 persen dari sebelumnya di posisi 5,0 persen, sesuai dengan konsensus pasar. Pemotongan ini menjadi pemotongan suku bunga pertama kalinya di 2020, dan menjadi sebuah kebijakan moneter yang akomodatif di tengah terjadinya virus korona.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pagi ini Nikkei diperdagangkan menguat 0,32 persen, sementara kami perkirakan IHSG masih berpeluang menguat hari ini," sebut Samuel Research Team, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Jumat, 21 Februari 2020.
 
Di sisi lain, Wall Street jatuh pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB), dipimpin oleh penurunan saham-saham teknologi kelas berat. Kondisi itu terjadi setelah laporan kasus virus korona baru di Tiongkok dan negara-negara lain meningkatkan kekhawatiran tentang penyebaran dan dampaknya terhadap ekonomi global.
 
Indeks Dow Jones Industrial Average turun 128,05 poin atau 0,44 persen, menjadi ditutup di 29.219,98 poin. Indeks S&P 500 turun 12,92 poin atau 0,38 persen, menjadi berakhir di 3.373,23 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup turun 66,21 poin atau 0,67 persen, menjadi 9.750,96 poin.
 
Sebanyak tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir lebih rendah, dengan teknologi turun 1,01 persen, memimpin kerugian sektoral. Saham raksasa teknologi AS, kelompok FAANG dari Facebook, Apple, Amazon, Netflix, hingga induk perusahaan Google, Alphabet, semuanya mundur.
 
Investor terkejut oleh penurunan tajam pagi yang membuat S&P 500 turun lebih dari satu persen pada hari itu, dengan beberapa pedagang menghubungkan ke laporan Global Times bahwa rumah sakit pusat Beijing telah melaporkan 36 kasus baru. Ini meningkatkan kekhawatiran tentang potensi peningkatan infeksi di ibu kota Tiongkok.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif