Satrio menegaskan, dampak PHK ini terhadap gerak IHSG tidak akan memberi hantaman yang keras. Kalaupun memang menimbulkan sentimen negatif maka sentimen negatifnya itu tidak akan terlalu besar dan kemungkinan hanya sebesar batu kerikil.
"Ini kan global, iklim investasi lagi terganggu. Kondisi ini sama sekali tidak mengganggu besar pasar modal. Pengaruhnya tidak signifikan, karena pengangguran termasuk dalam variabel ekonomi," tutur Satrio, kepada Metrotvnews.com, di Jakarta, Rabu (3/2/2016).
Adapun tidak berpengaruh besar bagi pergerakan IHSG, jelas Satrio, dikarenakan PHK dilakukan oleh perusahaan yang tidak terdaftar sebagai emiten di bursa. Hal ini membuat pelaku pasar (investor) tidak panik secara cepat, dan tetap berada dalam kondisi cukup tenang.
"Akan berpengaruh juga. Kalau kita lihat mereka bukan listing di sini, makanya pengaruhnya tidak keliatan langsung. Ada pengaruh sentimen itu," jelas Satrio.
Bahkan, masih kata Satrio, investor asing tidak akan keluar begitu cepat dari pasar modal Indonesia hanya karena ada aksi PHK itu. Sebab, investor asing lebih dominan melihat sentimen yang datang dari luar maupun makroekonomi dalam negeri.
Namun demikian, ia menekankan, paling terpenting saat ini adalah pemerintah concern untuk menjaga agar investor asing tetap betah dan terus menanamkan investasinya di Indonesia. Salah satu bentuk yang perlu dilakukan oleh pemerintah untuk menjaga investor asing adalah memberikan kemudahan bisnis lebih baik.
"Pemerintah harus fokus jaga investor asing. Tidak akan berpengaruh (aksi PHK). Memang tidak akan berpengaruh. Jadi tidak perlu dikhawatirkan," tutup Satrio.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News