NEWSTICKER
Ilustrasi. (FOTO: dok MI)
Ilustrasi. (FOTO: dok MI)

Anggaran JKN Naik

Kalbe Farma Minta Pemerintah Bayar Tunggakan Obat

Ekonomi kalbe farma
Annisa ayu artanti • 20 Agustus 2019 14:10
Jakarta: PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) berharap pemerintah segera melunasi pembayaran obat-obat yang selama ini menunggak. Pemerintah telah menaikkan anggaran Jaminan Kesehatan Nasional pada Rancangan Anggaran Pendapatan Negara (RAPBN) 2020 menjadi Rp48,8 triliun.
 
Direktur Corporate Secretary Bernadus Karmin Winata mengatakan kenaikan anggaran tersebut pastinya akan berdampak positif baik kinerja keuangan perseroan.
 
Meskipun diakuinya penjualan obat-obatan itu tidak langsung dibayarkan kepada pabrik tetapi dari distributor ke rumah sakit yang mengikuti program JKN.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Bahwa kenaikan anggaran membawa dampak positif dalam hal pembayaran-pembayaran tunggakan yang sudah jatuh tempo lama," kata Bernadus di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 20 Agustus 2019.
 
Bernadus menjelaskan beberapa rumah sakit yang mengikuti program JKN tidak langsung membayarkan tunggakan obat-obatan kepada distributor karena anggaran JKN tidak turun dari BPJS Kesehatan. Jika dijumlahkan total tungggakan lebih dari Rp200 miliar.
 
"Sekarang sudah di atas setengah tahun, bisa sampai 200 hari. Pasti di atas Rp200 miliar lah," sebut dia.
 
Adapun mengenai rumah sakit yang belum membayar tunggakan tersebut, Bernadus menyebutkan sebagian besar merupakan rumah sakit pemerintah dan rumah sakit umum daerah (RSUD).
 
Lebih lanjut, Bernadus menambahkan, pihaknya selalu berbicara dengan pemerintah untuk mencari solusi terbaik mengenai tunggakan ini.
 
"Kami selalu bicara dengan pemerintah supaya mencari solusi yang terbaik. Karena tidak bisa hanya dengan satu pihak, menyangkut dari gabungan pengusaha farmasi juga harus terlibat untuk mencari solusi sama-sama," tukas dia.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif