Ilustrasi. Foto: AFP.
Ilustrasi. Foto: AFP.

Dampak Krisis AS-Iran Jangka Pendek

Ekonomi kurs rupiah as-iran
Media Indonesia • 08 Januari 2020 11:27
Jakarta: Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa sore menguat di tengah gejolak di Timur Tengah yang dipicu konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
 
Rupiah ditutup menguat 66 poin atau 0,47 persen di level Rp13.878 per USD dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp13.944 per USD.
 
"Di awal 2020, pemerintah terus melakukan konsolidasi guna mengantisipasi gejolak politik akibat ketegangan di Timur Tengah antara AS dan Iran," kata Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi di Jakarta, Selasa, 7 Januari 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Strategi bauran yang sudah dijalankan dan ditambah lagi reformasi secara menyeluruh baik di birokrasi, keuangan, maupun yang lainnya, lanjut Ibrahim, menjadi kekuatan tersendiri bagi pertumbuhan ekonomi yang stabil sehingga akan memantik arus modal asing kembali masuk pasar dalam negeri.
 
Di samping itu, Bank Indonesia (BI) hari ini kembali melakukan intervensi di pasar valuta asing (valas) dan obligasi di perdagangan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF). Dinamika kondisi global sudah diantisipasi sebelumnya oleh BI, sehingga bank sentral dengan sigap melakukan penjagaan ketat dan ekstra waspada terhadap mata uang Garuda itu.
 
"Intervensi bersama yang dilakukan oleh BI dan pemerintah membawa keberkahan tersendiri di tengah mata uang lainnya melemah, sehingga mata uang Garuda kembali perkasa di penutupan pasar sore ini," ujar Ibrahim.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif