Ilustrasi. MI/USMAN ISKANDAR
Ilustrasi. MI/USMAN ISKANDAR

IHSG Dibuka Terpental ke Zona Merah

Ekonomi ihsg
Angga Bratadharma • 10 Oktober 2019 09:11
Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis pagi dibuka terpental ke zona merah. Faktor eksternal yang di antaranya perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok yang berlarut-larut masih menjadi katalis negatif yang membuat IHSG kesulitan bertahan di zona hijau.
 
IHSG perdagangan pagi Kamis, 10 Oktober, dibuka tertekan sebanyak 5,18 poin atau setara 0,1 persen ke posisi 6.023. Sedangkan LQ45 turun sebanyak 1,87 poin atau setara 0,2 persen ke level 932 dan JII melemah sebanyak 1,44 poin atau setara 0,2 persen ke posisi 662.
 
Pagi ini, seluruh sektor bergerak bervariasi. Sektor manufaktur melonjak 1,67 poin, sektor perdagangan menguat 0,84 poin, dan sektor properti menanjak 0,39 poin. Sedangkan sektor infrastruktur turun 7,03 poin, sektor keuangan melemah 2,70 poin, dan sektor konsumer tertekan 0,27 poin.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Adapun volume perdagangan pagi tercatat sebanyak 159 juta lembar saham senilai Rp98 miliar. Sebanyak 116 saham terpantau melonjak, sebanyak 47 saham terlihat tertekan, sebanyak 145 saham tidak berubah, dan sebanyak 443 saham tidak mengalami perdagangan.
 
Sementara itu, saham-saham Amerika Serikat melonjak pada Rabu waktu setempat (Kamis WIB). Penguatan dapat terjadi karena investor meneliti risalah Federal Reserve yang baru dirilis dan adanya harapan terkait pembicaraan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok.
 
Indeks Dow Jones Industrial Average naik sebanyak 181,97 poin atau 0,70 persen menjadi 26.346,01. Sedangkan S&P 500 naik sebanyak 26,34 poin atau 0,91 persen menjadi 2.919,40. Sementara indeks Komposit Nasdaq meningkat 79,96 poin atau 1,02 persen menjadi 7.903,74.
 
Semua dari 11 sektor utama S&P 500 diperdagangkan optimistis sepanjang sesi, dengan teknologi naik sebanyak 1,45 persen pada penutupan, melampaui sektor lainnya. Sedangkan Federal Reserve pada Rabu waktu setempat (Kamis WIB) merilis risalah dari pertemuan kebijakan September.
 
"Risalah FOMC (Komite Pasar Terbuka Federal) September memperkuat kemungkinan penurunan suku bunga pada pertemuan tiga minggu dari sekarang," kata Kepala Ekonom FTN Financial Chris Low, seraya menambahkan risalah menunjukkan peningkatan kekhawatiran tentang prospek ekonomi AS dan situasi internasional di antara para peserta FOMC.
 
Di data lainnya, Departemen Tenaga Kerja mengatakan lowongan pekerjaan AS, ukuran permintaan tenaga kerja, merosot menjadi 7,05 juta pada Agustus dari 7,17 juta pada bulan sebelumnya, menandai level terendah sejak Maret 2018.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif