Ilustrasi. (FOTO: dok MI)
Ilustrasi. (FOTO: dok MI)

Reksa Dana Saham, Rekomendasi Investasi Pascapemilu

Ekonomi reksa dana bank commonwealth
Annisa ayu artanti • 12 Juli 2019 15:38
Jakarta: Bank Commonwealth merekomedasikan reksa dana saham sebagai pilihan pertama untuk investasi usai pemilihan umum dan pemilihan presiden 2019. Pemilihan reksa dana ini dianggap tepat karena merupakan investasi dengan imbal hasil yang lebih optimal dibandingkan reksa dana lainnya.
 
"Hingga akhir 2019 kami masih lebih positif di kelas aset saham, dengan pertimbangan bahwa perlambatan pertumbuhan ekonomi global akan menjadi salah satu alasan dana asing kembali masuk ke Indonesia, sebagai negara berkembang memiliki potensi pertumbuhan ekonomi lebih baik dibandingkan dengan negara maju," kata Head of Wealth Management & Client Growth Bank Commonwealth Ivan Jaya dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id, Jumat, 12 Juli 2019.
 
Ivan menjelaskan banyak faktor yang menjadi alasan reksa dana saham sebagai pilihan investasi. Pertama, investor global masih melihat Indonesia sebagai tujuan investasi.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kemudian hasil putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak gugatan sengketa pemilihan presiden dan hasil pemilu yang berjalan damai mengundang dana asing kembali masuk ke pasar investasi Indonesia.
 
"Dengan terpilihnya presiden baru, maka umumnya akan ada misi pembangunan baru yang juga akan mempercepat pertumbuhan ekonomi. Sehingga untuk anda dengan profil risiko pertumbuhan masih dapat mempertahankan alokasi saham sebesar 70 persen di dalam portofolio," jelas Ivan.
 
Kedua, koalisi pemerintah yang tetap solid merupakan nilai tambah memperkuat fundamental ekonomi Indonesia. Pada periode kedua ini, Joko Widodo kembali melakukan pembangunan dengan berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia, struktur ekonomi mandiri, dan pembangunan yang merata.
 
Ketiga, dalam pertemuan G20 yang berlangsung di Osaka, Jepang, pada akhir Juni berakhir positif sesuai dengan ekspektasi pasar. Amerika Serikat dan Tiongkok sepakat untuk kembali melanjutkan rancangan perjanjian dan juga menangguhkan tarif untuk sementara waktu. Selain itu Presiden Donald Trump akhirnya mengunjungi Korea Utara.
 
Sentimen positif juga datang dari The Fed yang membuka pintu untuk melonggarkan kebijakan moneter dalam rangka mengurangi dampak perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia akibat perang dagang.
 
Tercatat, pasar saham dan obligasi Indonesia rebound sepanjang Juni 2019. Ivan menuturkan, pilihan investasi yang menarik untuk dilakukan saat ini adalah Sucorinvest Equity Fund yang telah didistribusikan oleh Bank Commonwealth sejak bulan lalu.
 
Nasabah Bank Commonwealth menyukai produk dengan catatan kinerja yang baik. Reksa dana saham secara historikal masih memberikan imbal hasil yang tertinggi dalam jangka panjang dibandingkan dengan reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap serta reksa dana campuran.
 
"Oleh karena itu, kami memutuskan memulai kerja sama dalam mendistribusikan reksa dana di bawah kelolaan Sucorinvest Asset Management yaitu Sucorinvest Equity Fund. Secara kinerja produk ini memberikan imbal hasil sebesar 79,27 persen dalam tiga tahun terakhir, sementara tolok ukur IHSG memberikan imbal hasil sebesar 26,75 persen (data per Juni 2019)," jelas Ivan.
 
Untuk melengkapi reksa dana saham Sucor, Bank Commonwealth juga mendistribusikan reksa dana Sucorinvest Money Market Fund, reksa dana pasar uang dengan dana kelolaan Rp2,35 triliun (data per akhir Juni 2019).
 
Adapun, di Juli ini investor akan fokus pada tiga hal yakni perundingan lanjutan antara Amerika Serikat dan Tiongkok terkait perang dagang, laporan keuangan kuartal-II 2019, yang menurut jadwal akan keluar di pertengahan Juli 2019 hingga pertengahan Agustus 2019, dan pertemuan bank sentral terkait penentuan suku bunga.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif