Ilustrasi. Foto : MI/ADAM DWI.
Ilustrasi. Foto : MI/ADAM DWI.

Virus Korona Bikin Investor Tak Gentar IPO di Bursa Efek

Ekonomi Virus Korona ipo
Annisa ayu artanti • 02 Maret 2020 17:06
Jakarta: Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat minat perusahaan untuk melantai di bursa melalui aksi penawaran umum perdana saham (initial public offering) belum terpengaruh oleh penyebaran virus korona.
 
Direktur Penilai Perusahaan I Gede Nyoman Yetna mengatakan jumlah perusahaan yang saat ini sudah melakukan submit masih sama yaitu 24 perusahaan.
 
"Dari data yang kita miliki hingga sekarang posisi ada 24 perusahaan yang sudah submit dokumen hingga sampai saat ini kami belum menerima laporan terkait dengan penundaan IPO," kata Nyoman saat konferensi pers di Gedung BEI, Jakarta, Senin, 2 Maret 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara untuk pipeline obligasi, Nyoman menyebutkan hingga saat ini jumlahnya mencapai 13 perusahaan. Ketiga belas perusahaan tersebut belum ada penundaan penerbitan obligasi.
 
"Obligasi ada 13 hingga saat ini masih on schedule," ucapnya singkat.
 
Bursa meminta untuk pelaku pasar tetap tenang meski penyebaran virus korona tetap meluas meski hari ini pemerintah mengumumkan dua warga negara sudah positif virus korona.
 
Direktur Utama BEI Inarno Djajadi mengatakan penurunan indeks belakangan ini tak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga beberapa negara yang disebabkan kondisi global.
 
Penurunan tertinggi dialami Thailand. Lalu diikuti Indonesia, Filipina, Vietnam, Malaysia, dan Singapura dengan penurunan sebesar minus 15,03 persen, minus 13,44 persen, minus 13,15 persen, minus 8,2 persen, minus 6,68 persen, dan minus 6,57 persen.
 
Sementara, penurunan pada minggu terakhir Februari 2020 merupakan penyumbang terbesar penurunan indeks pada bursa utama dunia maupun bursa-bursa di ASEAN. Penurunan tertinggi dialami oleh Filipina dan diikuti oleh Indonesia, Vietnam, Singapura dan Malaysia dengan penurunan mingguan sebesar minus 7,9 persen, minus 7,3 persen, minus 5,45 persen, minus 5,34 persen, dan minus 3,17 persen.
 
"Penurunan kita tidak sendiri. Karena global koreksi kita juga terkoreksi," kata Inarno.
 
(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif