Ilustrasi. (FOTO: Medcom.id)
Ilustrasi. (FOTO: Medcom.id)

Divestasi Angkat Laba Bersih Merck 649%

Nia Deviyana • 03 Mei 2019 09:09
Jakarta: PT Merck Tbk mencetak laba bersih sebesar Rp1,17 triliun pada 2018, atau mengalami peningkatan sebesar 649 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp156 miliar. Jumlah ini termasuk dari penjualan operasional segmen consumer health sebesar Rp1,36 triliun.
 
"2018 perseroan membukukan peningkatan laba karena adanya divestasi consumer health. Sementara untuk operasional yang dilanjutkan segmen usaha obat resep dan bahan baku obat/BBO tetap menunjukkan kinerja positif secara konsisten," ujar Presiden Direktur Merck Indonesia Martin Feulner melalui keterangan resminya, Jumat, 3 Mei 2019.
 
Martin menuturkan perseroan terus melanjutkan fokus bisnis baru untuk mencapai target di tahun yang akan datang. Salah satunya dengan memperluas pasar di dalam maupun di luar negeri, mengembangkan bisnis utama, serta meningkatkan kapasitas produksi berdasarkan permintaan pasar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada 2018 perseroan mencatat penjualan bersih sebesar Rp1,15 triliun atau mengalami penurunan kurang dari datu persen dari Rp1,16 triliun pada 2017. Penurunan ini, jelas Martin, terutama disebabkan oleh pengalihan penjualan pada Desember 2018 dari operasi yang dihentikan yakni segmen usaha consumer health.
 
Berdasarkan pencapaian operasional yang dilanjutkan (segmen usaha obat resep dan BBO), pendapatan meningkat dari Rp582 miliar pada 2017 menjadi Rp612 miliar pada 2018, laba usaha meningkat dari Rp42 miliar menjadi Rp47 miliar pada 2018. Sementara laba sebelum pajak penghasilan meningkat dari Rp42 miliar menjadi Rp50 miliar pada 2018.
 
Martin melanjutkan divisi Biopharma tidak hanya berkontribusi terhadap 45 persen total penjualan perseroan, tetapi juga mampu mengungguli pertumbuhan penjualan di pasar dengan mencatat pertumbuhan penjualan tertinggi dalam lima tahun terakhir, yaitu 27,0 persen di 2018.
 
Divisi biopharma mempertahankan daftar produk saat ini pada e-Katalog (10 SKU) dalam Jaminan Kesehatan Nasional (JKN); memperluas penetrasi produk di pasar JKN sambil mengelola pasar swasta. Divisi biopharma juga meluncurkan produk ekstensi lini baru pada 2018.
 
Adapun untuk operasional pabrik, imbuh Martin, kinerja dan kapasitas pabrik memungkinkan perseroan meningkatkan potensi ekspor obat-obatan. Pada 2018, pasar ekspor berkontribusi 40 persen terhadap total volume penjualan perseroan, sementara 60 persen berasal dari pasar lokal.
 
Digitalisasi pabrik berjalan di jalur yang tepat dengan berjalannya proyek e-Road Map serta digitalisasi laboratorium QC. Pabrik perseroan menjadi produsen penghubung yang memproduksi semua produk Consumer Health untuk P&G selama periode 3-5 tahun.
 
"Perseroan memiliki strategi untuk meningkatkan jumlah produk biopharma yang akan diproduksi di pabrik Pasar Rebo untuk pasar Asia Pasifik," pungkas Martin.
 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif