Pantauan Metrotvnews.com, Jumat (16/1/2015), harga saham perusahaan BUMN tersebut langsung merosot 6,48 persen atau turun Rp1.050 per lembar saham menjadi Rp15.150 per saham.
Padahal, saat dibuka pada perdagangan pagi ini, saham Semen Indonesia menguat di level Rp16.275 per saham. Adapun saham perseroan sempat menyentuh level Rp16.200 per saham. Frekuensi saham yang tercatat pun sebanyak 5.629.
Selain itu, usai pengumuman penurunan harga semen, volume transaksi perdagangan SMGR tercatat sebanyak 32.406.300 saham senilai Rp515,07 miliar.
Sekadar informasi, harga semen yang diproduksi oleh BUMN semen saat ini berada di kisaran Rp60.000-an sampai Rp80.000-an per sak.
Jokowi memberlakukan harga baru premium, solar, dan semen pada tiga hari mendatang, yakni Senin dini hari pukul 00.00 WIB pada 19 Januari 2015.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News