Ilustrasi. (FOTO: dok MI)
Ilustrasi. (FOTO: dok MI)

Laba Konsolidasi CIMB Niaga Tumbuh 11,8%

Ekonomi cimb niaga
Nia Deviyana • 16 Agustus 2019 09:13
Jakarta: PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga melaporkan perolehan laba bersih konsolidasi (unaudited) sebesar Rp1,98 triliun pada semester pertama 2019. Angka ini naik sebesar 11,8 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy), menghasilkan laba per saham Rp79,27.
 
Pertumbuhan laba bersih tersebut didukung oleh pendapatan bunga bersih atau Net Interest Income yang naik sebesar 5,5 persen menjadi Rp6,32 triliun, serta penurunan pada biaya pencadangan sebesar 2,0 persen (yoy). Sementara rasio Loan Loss Coverage CIMB Niaga berada di level yang aman sebesar 101,2 persen.
 
"Kinerja keuangan CIMB Niaga pada semester I-2019 terus mengalami kemajuan. Pendapatan operasional yang naik sebesar 5,7 persen (yoy), terutama dikontribusikan oleh pendapatan bunga bersih yang tumbuh sebesar 5,5 persen, didukung oleh penguatan dari Net Interest Margin pada semester I-2019 menjadi 5,41 persen dari 5,09 persen pada semester I 2018," ujar Presiden Direktur CIMB Niaga Tigor M Siahaan melalui keterangan resminya, Jumat, 16 Agustus 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam situasi perekonomian dan pasar yang masih menantang, lanjut Tigor, perusahaan berhasil menurunkan biaya pencadangan sebesar 2,0 persen (yoy) sehingga mampu meningkatkan laba bersih sebesar 11,8 persen (yoy) menjadi Rp1,98 triliun.
 
Adapun dengan total aset mencapai Rp271,86 triliun per 30 Juni 2019, atau meningkat sebesar 4,5 persen (yoy), CIMB Niaga mempertahankan posisinya sebagai bank swasta nasional terbesar kedua di Indonesia dari sisi aset.
 
Jumlah kredit yang disalurkan tumbuh 2,6 persen (yoy) menjadi Rp190,5 triliun, yang utamanya dikontribusikan oleh pertumbuhan pada Kredit Pemilikan Rumah (KPR), kartu kredit, dan kredit Usaha Kecil dan Menengah (UKM) masing-masing sebesar 13,5 persen, 10,0 persen, dan 4,1 persen (yoy). Sementara, kredit Korporasi tumbuh sebesar 2,1 persen (yoy).
 
"Kami akan terus mengedepankan prinsip kehati-hatian terkait pertumbuhan kredit sejalan dengan kondisi perekonomian saat ini dengan tetap memperhatikan kualitas aset sebagai prioritas utama," tambah Tigor.
 
Sementara, total penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp197,85 triliun dengan rasio CASA sebesar 53,9 persen. Tabungan mengalami pertumbuhan sebesar 2,3 persen (yoy), sejalan dengan komitmen perusahaan untuk mengembangkan layanan digital dan meningkatkan customer experience.
 
Di segmen perbankan Syariah, total pembiayaan Unit Usaha Syariah CIMB Niaga mencapai Rp27,96 triliun, atau mengalami peningkatan sebesar 31,6 persen (yoy). Peningkatan juga terjadi pada DPK sebesar Rp27,17 triliun, atau mengalami peningkatan 37,6 persen (yoy) per 30 Juni 2019.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif