Ilustrasi. FOTO: MI/SUSANTO
Ilustrasi. FOTO: MI/SUSANTO

Rupiah Melesat ke Rp14.010/USD

Ekonomi kurs rupiah
Angga Bratadharma • 24 Oktober 2019 09:05
Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Kamis pagi terpantau perkasa dibandingkan dengan perdagangan sore di hari sebelumnya di posisi Rp14.031 per USD. Mata uang Garuda mulai mendapat tenaga tambahan karena adanya katalis positif berupa diumumkannya sejumlah nama menteri yang ada di Kabinat Indonesia Maju.
 
Mengutip Bloomberg, Kamis, 24 Oktober 2019, nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi dibuka menguat ke Rp14.010 per USD. Pagi ini nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp13.991 hingga Rp14.010 per USD. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp13.780 per USD.
 
Di sisi lain, kurs dolar Amerika Serikat sedikit berubah atau melemah tipis terhadap sekeranjang mata uang utama pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB). Kondisi itu terjadi karena pelaku pasar mencerna perkembangan mengenai ketidakpastian Brexit.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baik poundsterling maupun euro sedikit berubah di tengah ketidakpastian Brexit. Indeks USD, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,03 persen menjadi 97,4966 pada akhir perdagangan.
 
Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi USD1,1127 dibandingkan dengan USD1,1123 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi USD1,2904 dibandingkan dengan USD1,2882 di sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi USD0,6851 dibandingkan dengan USD0,6853.
 
Sementara itu, dolar AS dibeli 108,65 yen Jepang, lebih tinggi dibandingkan dengan 108,46 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Kemudian USD naik menjadi 0,9905 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9890 franc Swiss, dan jatuh ke 1,3077 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,3097 dolar Kanada.
 
Para pemimpin UE pada Rabu 23 Oktober mempertimbangkan apakah akan memberikan Inggris perpanjangan Brexit selama tiga bulan, dan Perdana Menteri Boris Johnson mengatakan bahwa jika mereka melakukannya, dia akan mengadakan pemilihan pada hari Natal.
 
Namun, masih ada banyak rintangan yang tersisa, dan kemampuan Johnson untuk memenuhi janji lakukan atau mati untuk mengeluarkan Inggris dari Uni Eropa pada 31 Oktober diragukan, setelah parlemen menolak jadwal tiga hari guna memberlakukan persetujuannya.
 
Investor juga menunggu pertemuan akhir bulan Federal Reserve AS, yang diperkirakan akan mengurangi suku bunga acuan untuk ketiga kalinya berturut-turut tahun ini. Federal Fund Futures menyiratkan bahwa pedagang melihat peluang 91 persen untuk pemotongan suku bunga 25 basis poin.
 

(ABD)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif