Ilustrasi. Foto : MI/ADAM DWI.
Ilustrasi. Foto : MI/ADAM DWI.

Sinyal Resesi AS Melemah, IHSG Naik ke 5.922

Ekonomi ihsg
Arif Wicaksono • 04 Februari 2020 17:22
Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada penutupan perdagangan hari ini. IHSG berusaha menjauhi level 5.800 dan mendekati level 5.900-an. Sentimen dari kenaikan IHSG adalah sinyal resesi ekonomi Amerika Serikat (AS) yang memudar. Kenaikan IHSG mendorong kenaikan mata uang rupiah.
 
IHSG berada pada level 5.922 atau naik 38 poin pada penutupan perdagangan Selasa, 4 Februari 2020. Volume perdagangan sebesar 3,8 miliar lembar saham senilai Rp5,1 triliun. Sebanyak 239 saham naik, 203 saham turun, 150 saham tak bergerak, dan 193 saham tak diperdagangkan.
 
Pada perdagangan Senin malam, bursa saham Wall Street kompak ditutup rebound. Indeks Nasdaq berhasil memimpin penguatan sebesar 1,34 persen, disusul S&P 500 dan Dow Jones yang masing-masing naik sebesar 0,73 persen dan 0,51 persen.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Penguatan tersebut ditopang oleh rilisnya data manufaktur AS pada Januari yang berhasil mengalami perbaikan, tercatat ISM Manufacturing naik ke level 50,9 atau berada di level ekspansi lebih baik dibandingkan sepanjang semester II-2019 yang masih berada di level kontraksi.
 
IHSG ditutup bearish candle. Adapun indikator Stochastic konsolidasi area oversold dan MACD histogram bergerak negatif dengan Volume turun. IHSG diperkirakan bergerak mixed dan berpotensi menguat dengan pergerakan di kisaran 5.826 sampai dengan 5.942.
 
Bloomberg mencatat mata uang rupiah menguat sebanyak 26,5 poin ke level Rp13.715 per USD. Yahoo Finance mencatat mata uang rupiah naik 12 poin ke posisi Rp13.710 per USD. Bank Indonesia merekam mata uang rupiah berada pada Rp13.760 per USD.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif