unilever/reuters
unilever/reuters

Lemahnya Perekonomian Hantam Penjualan Produk Unilever

Ekonomi unilever indonesia
Husen Miftahudin • 12 November 2015 17:28
medcom.id, Jakarta: PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mengakui, perekonomian yang melemah membuat sebagian produk mereka terseok pertumbuhannya. Lemahnya ekonomi membuat konsumsi masyarakat Indonesia terhambat sehingga menyebabkan daya beli produk UNVR terhambat.
 
Direktur dan Sekretaris Perusahaan Sancoyo Antarikso mengungkapkan, kinerja penjualan produk UNVR hingga kuartal III-2015 memang mengalami gerak yang positif. Namun dari dua produk yang dimiliki perseroan, kinerja penjualan produk home and personal care mengalami pertumbuhan yang terhambat.
 
"Kami kan punya dua segmen, home and personal care dan food and beverage. Hingga kuartal III kemarin, pertumbuhan food and beverage yang tumbuhnya lebih strong, tapi semuanya tumbuh. Kalau dilihat, pertumbuhan home and personal care lebih rendah," ujar Sancoyo ditemui di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Kamis (12/11/2015).
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Meskipun demikian, pihaknya akan tetap terus menggenjot penjualan agar mampu memperbaiki kinerja perseroan. Untuk tahun depan sendiri, pihaknya tetap optimis pada kinerja perseroan meski Sancoyo tak mau menyebutkan angka pasti.
 
"Kami tidak beri guidance, baik untuk top line maupun bottom line. Namun kami akan terus berusaha untuk memperbaiki kinerja kami. Kami selalu optimis dan kita akan fokus pada consumer bagaimana kita terus membuat produk kita itu relevan terhadap pertumbuhan," pungkas Sancoyo.
 
Seperti diketahui, UNVR mencatatkan laba periode berjalan naik tipis 2,9 persen menjadi Rp2,93 triliun pada semester I-2015 dari periode sama tahun sebelumnya Rp2,84 triliun. Hal ini diikuti pendapatan naik terbatas 6,93 persen ke level Rp18,8 triliun sepanjang semester I-2015 dari periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp17,58 triliun.
 
Sementara itu, harga pokok penjualan pun naik menjadi Rp9,27 triliun pada semester I-2015. Sehingga membuat laba kotor naik menjadi Rp9,52 triliun hingga semester I-2015. Beban pemasaran dan penjualan naik menjadi Rp3,77 triliun pada semester I-2015 dari periode sama tahun sebelumnya Rp3,44 triliun. Sedangkan beban umum dan administrasi juga naik menjadi Rp1,8 triliun.
 
Dengan melihat kinerja keuangan itu, laba bersih per saham dasar naik menjadi Rp384 per saham pada semester I-2015 dari periode sama tahun sebelumnya Rp373.
 

 

(SAW)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif