Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. FOTO: Medcom.id/Desi Angriani.
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. FOTO: Medcom.id/Desi Angriani.

BI: Rupiah Menguat 2,3% Sejak Awal Tahun

Ekonomi rupiah menguat kurs rupiah
Ilham wibowo • 19 September 2019 17:32
Jakarta: Nilai tukar rupiah menguat sejalan dengan kinerja Neraca Pembayaran Indonesia yang tetap baik. Pada September 2019, rupiah mencatat apresiasi 0,9 persen secara point to point (ptp) dan 1,0 persen secara rerata dibandingkan dengan level Agustus 2019.
 
"Dengan perkembangan tersebut rupiah sejak awal tahun sampai dengan 18 September 2019 tercatat menguat 2,3 persen year to date," kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers di kantor pusat Bank Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis, 19 September 2019.
 
Perkembangan ini ditopang oleh bekerjanya mekanisme permintaan dan pasokan valas dari para pelaku usaha, di samping aliran masuk modal asing. BI memandang nilai tukar rupiah tetap stabil sesuai dengan mekanisme pasar yang terjaga.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Prakiraan ini ditopang prospek aliran masuk modal asing ke Indonesia yang tetap terjaga seiring prospek ekonomi domestik yang baik dan imbal hasil yang menarik, serta dampak positif kebijakan moneter longgar di negara maju," paparnya.
 
BI terus mengakselerasi pendalaman pasar keuangan, baik di pasar uang maupun valas, termasuk melalui penerbitan ketentuan Penyelenggaraan Central Counterparty (CCP) Transaksi Derivatif Suku Bunga dan Nilai Tukar Over-The-Counter dan Penyelenggara Sarana Pelaksanaan Transaksi di Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing (Market Operator). Langkah ini untuk mendukung efektivitas kebijakan nilai tukar dan memperkuat pembiayaan domestik.
 
Selain itu, BI juga memperkuat strategi operasi moneter untuk mendukung upaya menjaga kecukupan likuiditas dan meningkatkan efisiensi pasar uang sehingga memperkuat transmisi bauran kebijakan yang akomodatif.
 
Instrumen operasi moneter pasar terbuka (OPT) diseragamkan melalui implementasi reverse repo Surat Berharga Negara (RR SBN) untuk semua tenor mulai tujuh hari sampai dengan 12 bulan, termasuk melaksanakan lelang RR SBN tenor 12 bulan menggantikan SBI tenor 12 bulan, terhitung mulai 4 Oktober 2019.
 
"Ke depan, Bank Indonesia akan melanjutkan bauran kebijakan yang akomodatif sejalan dengan rendahnya prakiraan inflasi, terjaganya stabilitas eksternal, dan perlunya terus mendorong momentum pertumbuhan ekonomi," kata Perry.
 
Adapun inflasi tetap terkendali pada level yang rendah dan stabil. Inflasi IHK pada Agustus 2019 tercatat 0,12 persen (mtm), menurun dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya sebesar 0,31 persen (mtm). Secara tahunan, inflasi Agustus 2019 tercatat 3,49 persen (yoy), sedikit meningkat dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya sebesar 3,32 persen (yoy).
 
Inflasi yang terkendali didukung oleh inflasi inti yang tetap terjaga didukung ekspektasi inflasi yang baik. Kebijakan BI pun bakal konsisten menjaga stabilitas harga, permintaan agregat yang terkelola baik, dan pengaruh harga global yang minimal.
 
"Kenaikan inflasi inti pada beberapa bulan terakhir lebih banyak dipengaruhi kenaikan harga emas global serta dampak lanjutan inflasi volatile food yang sempat meningkat," pungkasnya.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif