Bursa Bakal Suspensi Saham First Media
Ilustrasi First Media. (FOTO: dok First Media)
Jakarta: Bursa Efek Indonesia (BEI) akan menyuspensi perdagangan saham PT First Media Tbk (KBLV) jika masalah utang mengganggu bisnis perusahaan.

"Kalau misal izin (penggunaan frekuensi) tersebut menyebabkan going concern terganggu sustainability-nya, bisa kita lakukan suspen," kata Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia I Gede Nyoman Yetna di Kantor BEI, Jakarta, Kamis, 22 November 2018.

Nyoman menjelaskan, sejauh ini pihak First Media telah menyambangi bursa sebanyak dua kali. Ia pun menilai First Media sudah kooperatif menjelaskan dan berdiskusi mengenai kasus tersebut.

"KBLV sudah dipanggil dan datang sendiri jadi dua kali," ujar dia.

Dalam diskusi itu, pihak bursa juga sudah memastikan mengenai masalah tunggakan biaya hak penggunaan (BHP) dan izin frekuensi radio 2,3 GHz yang digunakan First Media. Hal itu sangat ditekankannya untuk keberlangsungan bisnis dan kinerja perusahaan kedepannya.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sebelumnya memberikan surat peringatan akan mencabut izin pita frekuensi radio (IPFR) 2,3 Ghz yang digunakan oleh tiga perusahaan yaitu PT First Media Tbk (KBLV); perusahaan afiliasi First Media, PT Internux (BOLT), dan PT JAsnita Telekomindo. Ketiganya menunggak bayaran sejak 2016 lalu.

Sejak 2016 dan 2017 tunggakan yang belum dibayarkan First Media sebesar Rp364,84 miliar, Internux senilai Rp343,57 miliar, dan Jasnita sebesar Rp2,19 miliar.

Kominfo menunggu pembayaran tunggakan itu hingga 17 November 2018. Jika melewati waktu tersebut First Media dan Bolt terancam dicabut izin penggunaan frekuensinya.

 



(AHL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id