Ilustrasi. Foto : Medcom/Angga B.
Ilustrasi. Foto : Medcom/Angga B.

Kuartal III hanya Tumbuh 5%, Adira Finance Catat Laba Rp1,4 Triliun

Ekonomi adira dinamika multifinance
Nia Deviyana • 24 Oktober 2019 16:09
Jakarta: Adira Finance mencetak laba bersih sebesar Rp1,4 triliun hingga kuartal III-2019. Angka ini naik sebesar lima persen dari periode yang sama tahun sebelumnya.
 
Direktur Keuangan Adira Finance I Dewa Made Susila merinci pendapatan bunga naik 11 persen menjadi Rp8,93 triliun, sementara beban bunga naik 15 persen menjadi Rp3,55 triliun.
 
"Pendapatan bunga bersih naik sembilan persen menjadi Rp5,38 triliun, sehingga menghasilkan margin bunga bersih 14,0 persen. Beban operasional naik enam persen menjadi Rp 2,68 triliun, yang menghasilkan pertumbuhan laba usaha bersih sebesar delapan persen," ujarnya melalui keterangan resmi, Kamis, 24 Oktober 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di sisi lain, angka kredit bermasalah atau non performing loan perusahaan berada di 1,8 persen dari piutang yang dikelola pada kuartal III-2019 atau tidak berubah dari tahun sebelumnya.
 
"Rasio gearing kami berdiri di 3,1x, jauh lebih rendah dari level yang diatur OJK sebesar 10x. Kehati-hatian kami dalam penyaluran pembiayaan underwriting terus mendukung praktik manajemen risiko kami yang prudent," tuturnya.
 
Di sisi lain, total pinjaman kami Adira Finance naik enam persen menjadi Rp22,85 triliun di kuartal III-2019. Total pinjaman bank meningkat sebesar 22 persen menjadi Rp12,9 triliun, yang terdiri dari 39 persen dari pinjaman dalam negeri dan 61 persen dari pinjaman luar negeri.
 
"Kami sepenuhnya melakukan lindung nilai atas pinjaman luar negeri baik dalam pokok pinjaman maupun tingkat bunga. Pada awal Oktober 2019, kami telah menerbitkan obligasi sejumlah Rp1,192 triliun dari Program Obligasi Berkelanjutan IV Tahap VI. Oleh karena itu, kami telah menyelesaikan dan menggunakan seluruh Program Obligasi Berkelanjutan IV kami," terang Made.
 
Sehingga, lanjut Made, pinjaman Adira terdiri atas 56 persen dari pinjaman bank dan 44 persen dari obligasi dan sukuk.
 
Pada kesempatan yang sama, Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Adira Finance mengumumkan Yasushi Itagaki sebagai Komisaris Utama PT Adira Dinamika Multi Finance, Tbk. (Adira Finance) yang baru. Yasushi menggantikan Sng Seow Wah, yang menjabat sebelumnya.
 
Pengangkatan Yasushi Itagaki akan efektif setelah mendapatkan persetujuan uji kemampuan dan kepatutan dari OJK.
 
"Yasushi Itagaki adalah bankir yang berpengalaman dengan lebih dari tiga dekade dalam perbankan korporasi dan investasi. Belakangan ini, perusahaan induk kami, Bank Danamon Indonesia Tbk juga menunjuk Bapak Yasushi Itagaki sebagai Presiden Direktur pada 1 Oktober 2019," pungkas Made.
 
Dengan demikian, susunan keanggotaan Dewan Komisaris Adira Finance menjadi sebagai berikut:
 
Dewan Komisaris
 
Komisaris Utama: Yasushi Itagaki.
Komisaris merangkap Komisaris Independen: Djoko Sudyatmiko.
Komisaris merangkap Komisaris Independen: Krisna Wijaya.
Komisaris: Eng Heng Nee Philip.
Komisaris: Muliadi Rahardja.
Komisaris: Willy Suwandi Dharma.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif