Ilustrasi. Foto: AFP.
Ilustrasi. Foto: AFP.

Permintaan Tinggi, Prospek Industri Emas Semakin Besar

Ekonomi emas hartadinata abadi
Ade Hapsari Lestarini • 20 Januari 2020 07:37
Jakarta: Setelah menguat ke level tertinggi dalam lebih dari enam tahun, harga emas diperkirakan masih akan mendapat manfaat dari arus safe haven.
 
"Memasuki 2020, menurut analis harga emas diperkirakan bakal meningkat, didorong permintaan dari investor ritel. Dorongan berikutnya pada harga emas akan datang dari investor ritel," kata Direktur Utama PT Hartadinata Abadi Tbk Sandra Sunanto, dalam keterangan resminya, Senin, 20 Januari 2020.
 
Sandra menuturkan melihat analisis permintaan (demand) dan penawaran (supply) emas di Indonesia, dirinya meyakini prospek usaha industri emas akan semakin besar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dia, tren peningkatan harga emas yang disebabkan karena preferensi investor untuk memegang komoditas safe haven dan volatilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menjadi faktor pemicu prospek dan keberlangsungan usaha dalam industri emas, secara khusus bagi perusahaan.
 
"Tingkat supply dan demand yang tinggi memberikan kesempatan prospek bisnis yang baik bagi industri emas," tambah dia.
 
Mengacu hal tersebut, produsen dan penyedia perhiasan emas terintegrasi berkode saham HRTA di Bursa Efek Indonesia itu terus memperkuat posisinya di pasar perhiasan emas nasional. Perseroan merampungkan pembukaan sejumlah total delapan outlet gadai emas di Jawa Barat.
 
"Hartadinata juga telah meningkatkan jumlah toko sendiri, yaitu ACC hingga saat ini secara nasional mencapai 50 unit. Ke depan toko emas ACC ditargetkan bertambah hingga mencapai total 100 toko di 2020," ujarnya.
 
Dia menambahkan pembukaan outlet-outlet tersebut menunjang salah satu strategi Hartadinata dalam memperkuat kinerja perusahaan dengan memperkuat integrasi vertikal perusahaan dan memperluas penetrasi pasar Hartadinata di Indonesia.
 
Jaringan gadai Hartadinata di bawah merek PT Gadai Cahaya Abadi (GCDA) yang sudah berizin OJK di provinsi Jawa Barat direncanakan bertambah dari saat ini delapan outlet menjadi 15 outlet. Sementara perluasan lebih lanjut, direncanakan di provinsi NTT 10 outlet, NTB 10 outlet, dan Jawa Timur 30 outlet dengan merek Gadai Terang Abadi Mulia (GTAM) yang saat ini sedang menunggu proses izin OJK.
 
Hasil Penerbitan Obligasi
 
Di sisi lain perseroan telah menggalang dana dari penerbitan obligasi berkelanjutan tahap I sebesar Rp600 miliar yang ditawarkan di November 2019. Hartadinata menggunakan dana yang terhimpun dari penerbitan obligasi ini untuk membayar sebagian saldo utang pokok fasilitas pinjaman dari PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) sebesar Rp142,5 miliar dan untuk modal kerja anak perusahaan dalam bentuk pinjaman ke PT Gadai Cahaya Dana Abadi sebesar Rp120 miliar.
 
Sementara sisanya sebesar Rp337,5 miliar digunakan untuk modal kerja yang sebagian besar digunakan untuk pembelian bahan baku.
 
Hasil penerbitan obligasi serta realisasi penggunaan dana tersebut yang berjalan sesuai rencana memberikan keyakinan untuk dapat terus berkembang dan memperkuat posisi perseroan di pasar nasional.
 
"Kami meyakini dapat terus meningkatkan value untuk para investor, terlebih lagi dengan maraknya tren pegadaian di tengah-tengah masyarakat saat ini serta meningkatnya investasi dan jual beli emas yang berbasis online (e-commerce)," pungkasnya.
 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif