Ilustrasi. Foto: MI/Sayuti
Ilustrasi. Foto: MI/Sayuti

HERO Group Agresif Berjualan Online

Husen Miftahudin • 09 Desember 2021 22:35
Jakarta: Perusahaan ritel PT Hero Supermarket Tbk terus melakukan penyesuaian dan berupaya untuk mewujudkan peningkatan kinerja jangka panjang. Oleh karena itu, selain tetap menjalankan kegiatan di gerai-gerainya, HERO Group juga memanfaatkan platform online dan berkolaborasi dengan perusahaan-perusahaan lain yang menyediakan layanan online.
 
"Dengan dukungan dari para pegawai dari seluruh bisnisnya, HERO Group yakin dapat menjadi bisnis yang lebih baik, berkelanjutan, dan lebih menguntungkan dari waktu ke waktu," ucap Presiden Direktur HERO Patrik Lindvall dalam Public Expose tahunan yang disiarkan secara virtual, Kamis, 9 Desember 2021.
 
Sementara itu, Direktur Operasional HERO Hendi mengungkapkan bahwa di era 2021 ini sektor digital menjadi fokus perusahaan. Transformasi digital emiten industri retail berkode saham HERO ini dimulai dari channel digital media sosial (medsos).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita melihat respons yang sangat baik di mana pertumbuhan media sosial kita ada lebih dari 50 persen dibandingkan awal tahun 2021 sampai akhir tahun 2021 ini. Ini merupakan pertanda yang sangat baik bahwa respons digital untuk Supermarket Hero itu sebenarnya sangat baik di tahun ini, dan kita akan teruskan lagi untuk tahun-tahun ke depannya," tegasnya.
 
Pada tahun depan, jelas Hendi, HERO akan lebih agresif dalam berjualan online. Hal tersebut dimaksudkan untuk mendekatkan diri dengan para pelanggan melalui saluran penjualan kanal-kanal digital.
 
"HERO akan masuk ke ekosistem digital dengan cara partnership, kita tidak akan membuat startup baru. Jadi HERO akan menjadi pemain bersama-sama dengan pemain-pemain di ekosistem digital yang lainnya," tutur dia.
 
Sebagai bagian dari salah satu target dalam rencana bisnis, HERO Group terus memperkuat portofolio bisnisnya pada tiga brand, yaitu Hero Supermarket, Guardian, dan IKEA. Saat ini, IKEA sudah membuka tiga gerai terbarunya di Bandung, Jakarta Garden City, dan Bali.
 
Sejak awal 2021, IKEA memiliki dua kali lebih banyak jaringan gerai dari total area yang sudah dimiliki sebelumnya. Kontribusi dari e-commerce juga terus mengalami peningkatan. HERO Group memiliki rencana untuk melakukan transformasi beberapa gerai Giant menjadi gerai IKEA, yang diharapkan dapat semakin memperluas ruang bisnisnya dari level 2020 pada dua hingga tiga tahun ke depan.
 
Sementara itu, performa Guardian Health and Beauty turut terdampak secara signifikan pada pemberlakuan PPKM di Indonesia dan adanya perubahan pada kebiasaan berbelanja pelanggan. Performa penjualan juga terdampak dengan adanya PPKM.
 
Dengan adanya keadaan tersebut, Guardian akan memanfaatkan platform online agar dapat menjangkau pelanggan, dengan tetap melanjutkan ekspansi gerainya guna mempertahankan posisinya di industri.
 
Hingga saat ini, Guardian memiliki lebih dari 270 gerai di berbagai kota besar di Indonesia dan berencana untuk menambah gerai Guardian secara signifikan di 2022 mendatang.
 
Sedangkan Hero Supermarket sudah menjalankan pengalaman berbelanja dan pembelian baru melalui platform online yang dapat memberikan jangkauan produk yang lebih luas serta produk lokal yang segar dan berkualitas tinggi.
 
Selain itu, Hero Supermarket telah membuka enam gerai baru di empat kota di Indonesia. Seiring dengan HERO Group yang akan terus berkembang, perseroan berharap akan ada penambahan gerai-gerai baru di masa yang akan datang.
 
"Dengan rencana transformasi yang sedang berjalan tersebut, perseroan akan turut berkontribusi untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan menyediakan pengalaman berbelanja yang baru dan menyenangkan bagi pelanggan, dan di waktu yang sama menciptakan 2.000 lapangan pekerjaan baru selama tiga tahun ke depan," tutup Hendi.
 
(DEV)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif