Perwakilan dari LPBH PBNU, LBH GP Ansor, dan Hipmi mendatangi Komisi Yudisial (KY), di Jakarta. FOTO: LPBH PBNU, LBH GP Ansor, dan Hipmi
Perwakilan dari LPBH PBNU, LBH GP Ansor, dan Hipmi mendatangi Komisi Yudisial (KY), di Jakarta. FOTO: LPBH PBNU, LBH GP Ansor, dan Hipmi

Hipmi Minta Komisi Yudisial Pantau Persidangan Mardani Maming

Ekonomi Kasus Suap Komisi Yudisial hipmi Pengadilan
Angga Bratadharma • 23 April 2022 12:04
Jakarta: Koordinator Divisi Litigasi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) GP Ansor Dendy Z Finsa mengatakan Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LPBH PBNU), LBH GP Ansor, dan Hipmi khawatir ada intervensi terhadap peradilan untuk mengkriminalisasi Mardani Maming.
 
Mardani merupakan saksi dalam persidangan perkara tindak pidana korupsi yang tengah berlangsung di Pengadilan Tipikor Banjarmasin dengan terdakwa Dwidjono Putrohadi Sutopo. Sedangkan Mardani saat ini menjabat sebagai Bendahara Umum PBNU dan Ketua Umum Hipmi.
 
"Oleh sebab itu, Komisi Yudisial (KY) diharapkan melakukan pemantauan untuk memastikan agar persidangan berjalan dengan bebas, jujur, dan tidak memihak," kata Dendy, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 23 April 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia mengatakan LPBH PBNU, LBH GP Ansor, dan Hipmi mendatangi KY untuk menyampaikan permohonan agar KY mengirimkan tim guna melakukan pemantauan persidangan perkara tindak pidana korupsi yang tengah berlangsung di Pengadilan Tipikor Banjarmasin dengan terdakwa Dwidjono Putrohadi Sutopo.
 
"Kami berharap Majelis Hakim tidak dapat diintervensi oleh pihak-pihak yang beritikad jahat. Itu kenapa kami datang ke KY meminta KY untuk menurunkan Tim Pemantauan Persidangan," tegas Dendy.
 
Sekretaris LPBH NU M Hakam Aqsha menyoroti pemanggilan paksa Mardani meskipun yang bersangkutan telah hadir secara daring pada persidangan sebelumnya. Menurutnya atas izin Majelis Hakim yang disampaikan dalam agenda persidangan sebelumnya, Mardani pada minggu lalu memenuhi panggilan dan hadir di persidangan secara daring.
 
"Namun demikian, Majelis Hakim tidak memberikan kesempatan kepada Mardani untuk bersaksi dan bahkan memerintahkan kejaksaan melakukan pemanggilan paksa," jelas Hakam.
 
Sebelumnya, eks Bupati Tanah Bumbu Mardani H Maming memenuhi panggilan Pengadilan Tipikor Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel), usai tiga kali mangkir. Mardani hadir dalam sidang suap Izin Usaha Pertambangan (IUP) dengan terdakwa mantan Kepala Dinas ESDM Kabupaten Tanah Bumbu Raden Dwidjono secara daring.

Majelis hakim kurang puas

Namun dalam sidang itu, majelis hakim merasa kurang puas dan memutuskan memanggil ulang Mardani dalam kapasitasnya sebagai saksi. Apalagi, Mardani memberikan kesaksian pada sidang itu secara daring dari Singapura.
 
"Majelis menginginkan (saksi Mardani H Maming) hadir (langsung) di dalam persidangan ini,” kata Ketua Majelis Hakim Yusriansyah.
 
Majelis hakim menilai kehadiran langsung Ketua Umum Hipmi ini diperlukan guna mengetahui alasan menerbitkan Surat Keputusan Bupati Tanah Bumbu Nomor 296 Tahun 2011 tentang Persetujuan Pelimpahan Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi PT Bangun Karya Pratama Lestari Nomor 545/103/IUP-OP/D.PE/2010 kepada PT Prolindo Cipta Nusantara.
 
"Kami tetapkan pemanggilan paksa khusus untuk Mardani H Maming. Harus hadir pada sidang lanjutan minggu depan,” tegas Majelis Hakim.
 
Ini merupakan pemanggilan keempat usai Mardani tiga kali tak menghadiri sidang. Mardani mangkir pada panggilan pertama yang dilayangkan pengadilan pada 28 Maret 2022. Kedua, pada sidang 4 April 2022 dengan menyertakan surat dokter. Ketiga, pada sidang 11 April 2022 dengan alasan menghadiri undangan Sekretariat Negara dalam kapasitas Ketua Umum Hipmi.
 
Dipanggilnya Mardani sebagai saksi lantaran dirinya merupakan pihak yang menandatangani Surat Keputusan Bupati Tanah Bumbu Nomor 296 Tahun 2011 tentang Persetujuan Pelimpahan Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi PT Bangun Karya Pratama Lestari Nomor 545/103/IUP-OP/D.PE/2010 kepada PT Prolindo Cipta Nusantara.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif